STATUS DARURAT NEGARA TUNISIA HARUS DIPERPANJANG: MENTERI PERTAHANAN

 

Rasyid Sabbagh, Menteri Pertahanan Tunisia Foto: AFP

Tunis, 16 Rajab 1434/26 Mei 2013 (MINA) – Menteri Pertahanan Tunisia Rasyid Sabbagh mengatakan pada Jum’at Tunisia perlu memperpanjang status darurat Negara karena keamanan di negara itu masih belum kuat.

“Situasi keamanan saat ini memerlukan perpanjangan keadaan darurat,” kata Sabbagh, sebagaimana Ahram melaporkan.

Sabbagh mengatakan Islam radikal disalahkan atas berbagai aski kekerasan dalam beberapa bulan terakhir, itulah kenapa Tunisia perlu mengetatkan lagi status daruratnya.

Keadaan darurat di Tunisia berlaku sejak mantan presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali digulingkan dalam pemberontakan massal dan secara teratur status tersebut diperpanjang sampai periode tiga bulan,  dan seharusnya berakhir pada 3 Juni.

Pada akhir April lalu, Presiden Moncef Marzouki menyerukan kembali status darurat harus diberlakukan kembali.

Tapi Sabbagh mengatakan langkah-langkah keamanan yang diambil di bawah keadaan darurat negara harus diterapkan secara ketat.

Tunisia mengalami gelombang serangan yang menyalahkan Salafi garis keras sejak revolusi. Pemerintah juga melarang kongres tahunan Anshor Syaria’h pada Ahad lalu, di mana mereka diklaim sebagai grup ekstremis paling radikal yang muncul sejak revolusi.

Menurut laporan Ahram, grup ini pernah membuat kerusuhan dengan kepolisian di pinggiran ibukota yang menyebabkan satu orang tewas dan 20 lainnya luka-luka.(T/P03/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply