TALIBAN KECAM KAMPANYE BUDAYA BARAT LEWAT BALON PINK

 Kabul, 19 Rajab 1434/29 Mei 2013 (MINA) – Kelompok Taliban Afghanistan mengecam keras kampanye nilai-nilai budaya Barat yang dilakukan kelompok artis dan seniman melalui distribusi 10 ribu balon pink (merah muda) di kota Kabul, Afghanistan.

Penulis Qari Habib melalui situs website kelompok Taliban, pekan lalu mengatakan, bahwa acara tersebut mendorong perilaku tidak Islami.

“Apakah itu acara balon pink atau pertunjukan rok mini?”, ujarnya.

Dia melihat pria dan perempuan dengan gaya pakaian gaya Barat bersama-sama membagikan balon pink kepada warga. Ada pula beberapa gadis tanpa jilbab, mengenakan celana celana jeans dan baju ketat, bahkan ada yang memakai rok mini, lapor Khaama Press seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Ia menyebut proyek itu tidak lain adalah trik lain untuk mengkampanyekan nilai-nilai budaya Barat di kalangan generasi muda Afghanistan.

Habib menuduh Barat menggunakan cara terselubung untuk mempromosikan budaya mereka di Afghanistan, dengan budaya pakaian seperti itu, sehingga dapat mengesampingkan pakaian jilbab bagi wanita setempat.

Proyek Balon Pink

Acara promosi balon pink dikoordinir oleh Yazmany Arboleda, artis berdarah Kolombia-Amerika yang tinggal di New York. Proyek serupa sebelumnya dilaksanakan di Nairobi Kenya, Bangalore di India dan Yamaguchi di Jepang, The Express Tribun Pakistan melaporkan.

Lebih dari 100 seniman muda Afghanistan seperti pembuat film, pelukis, musisi, fotografer, perajin seni tradisional dan pelajar yang berpartisipasi dalam acara itu untuk membagi-bagikan balon kepada para pekerja, pembeli dan keluarga yang tinggal di ibu kota. Setiap balon berisi pesan tertulis “Perdamaian dari sukarelawan di seluruh dunia”.

Acara yang memang sengaja dirahasiakan sebelumnya, dimulai dari pusat kota sejak pukul tujuh pagi. Tiap warga yang lewat diberi satu balon dan diminta untuk memegangnya seharian.

Tapi Haji Mohammad Khan (62), penjual pisang di jalan, menolak pemberian  itu, dengan mengatakan, “Apa manfaat dari ini? Hal ini tidak akan membantu membawa perdamaian di sini !,” tegasnya.

Proyek balon pink disponsori oleh individu dan kelompok tertentu, dengan harga setiap balon 1 US dolar, atau senilai sekitar sembilan ribu rupiah. (T/P09/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply