UTUSAN PBB KUNJUNGI KONGO UNTUK AKHIRI KONFLIK

Goma, Republik Demokratik Kongo, 22 Jumadil Akhir 1434/2 Mei 2013 (MINA) – Utusan khusus PBB berkunjung ke Republik Demokratik Kongo, Selasa (30/4), dalam upaya untuk mengakhiri konflik di Kongo Timur selama beberapa dasawarsa yang telah menewaskan jutaan orang, Independent Online melaporkan dan dikutip MINA.

“Sebuah solusi militer bukan satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik beberapa dasawarsa di Kongo Timur,” kata Mary Robinson yang juga merupakan mantan Presiden Irlandia.

Robinson diangkat sebagai utusan PBB pada awal tahun oleh 11 kepala negara di Addis Ababa, Ethiopia. Dia ditugaskan khusus untuk membantu mengakhiri kekerasan yang telah menewaskan jutaan orang dalam konflik Kongo. Dia mengatakan, sebagai badan dunia, PBB siap mendukung misi penjaga perdamaian di negara yang kaya mineral itu.

Perlawanan kelompok perlawanan terbaru  selama setahun di perbatasan timur Kongo telah mendorong PBB untuk menambahkan intervensi kekuatan sebanyak 3.000 tentara perdamaian menambah 17.000 yang sudah ada.

Brigade Intervensi Pasukan (Force Intervention Brigade/FIB) adalah pasukan perdana dari jenisnya dalam pasukan penjaga perdamaian tradisional dan bertugas menetralkan milisi gerakan perlawanan. Namun Robinson mengatakan pasukan baru itu tidak harus mengurangi upaya mencari solusi politik yang berkelanjutan.

  “Tidak ada keraguan, kelompok-kelompok bersenjata harus ditangani, tapi saya pikir itu penting bahwa ini tidak fokus menjadi solusi militer, kita menerapkan langkah-langkah politik yang telah terkomitmen,” kata Robinson dalam kunjungannya ke kota Goma, pusat pertempuran terakhir gerakan perlawanan dengan militer Kongo. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply