WALUBI DAN HTI MINTA MYANMAR HENTIKAN KEKERASAN TERHADAP MUSLIM

Jakarta, 28 Jumadil Akhir 1434/8 Mei 2013 (MINA) – Dewan Pengurus Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPP Walubi) dan DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sepakat mengutuk kekerasan yang terjadi di Myanmar dan minta pemerintahan setempat segera melindungi umat Islam.

Hal ini tersebut terungkap pada pertemuan DPP Walubi dengan DPP HTI dikantor Walubi di Jakarta Pusat, Selasa (7/5).

Pada pertemuan tersebut dari HTI hadir Rochmat S Labib (Ketua DPP HTI), Farid Wadjdi (Ketua DPP HTI) dan Budi Darmawan (Lajnah Fa’aliyah DPP HTI). Sementara itu, dari DPP Walubi hadir pula ; Ir. Arief Harsono (Plt Ketua Umum Walubi), Citra Surya (Sekertaris Jenderal Walubi), Suhadi Sanjaya (Wakil Ketua Walubi) dan Irwan Kartasasmita (DPW Walubi).

Farid Wadjdi pada pertemuan tersebut menyampaikan “keprihatinannya terhadap kondisi terkini di Myanmar,katanya, Karena itu, HTI minta agar Walubi dapat mengambil sikap tegas, mengecam tindakan pembantaian dan provokasi biksu dan umat Buddha Myanmar yang telah melakukan genosida terhadap muslim Rohingya dan umat muslim di Myanmar.

Kasus tersebut juga terjadi di Srilanka. Nasib minoritas di sana kini makin memprihatinkan. Mereka kini menjadi warga tanpa memiliki negara, khususnya di wilayah Arakan”, tambah Farid, laporan website Menag News Agency dipantau Mi’raj News Agency.

Umat muslim di Rohingya tersebut sudah bermukim di wilayah itu sejak 1877 masehi ketika zaman Harun al-Rasjid. Di wilayah tersebut sudah ada kesultanan Arakan.

Jadi, dari sisi logika, sulit rasanya umat Islam kehadirannya di situ tak diakui hak atas kepemilikan tanah, kini penderitaan mereka pun makin parah.

Sementara itu, menurut Rochmat S Labib (Ketua DPP HTI), kedatangannya ke DPP Walubi adalah mengajak umat Buddha di Indonesia untuk berbicara lebih lantang dan menyuarakan kecaman terhadap tindakan kekerasan di Myanmar dengan berbagai cara sehingga semua pihak dapat memberi kontribusi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di negeri tersebut.

Menyambut Baik

Umat Buddha di Indonesia, kata Arief Harsono, menyambut baik imbauan DPP HTI. Namun, Arief menjelaskan bahwa jauh hari Walubi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan sikap tentang permasalahan warga Rohingnya di Myanmar.

Pernyataan itu antara lain menyebut keprihatinan yang mendalam atas permasalahan warga Rohingya, mengimbau pemerintah setempat agar segera menyelesaikan persoalan tersebut, dan mina pemerintah Indonesia berperan aktif membantu penyelesaian di negara itu, termasuk badan-badan internasional. Umat Islam dan Buddha diimbau pula agar menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Wakil Ketua Walubi, Suhadi Sanjaya, mengatakan imbauan serupa juga disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan. Hanya saja, ketika hendak menjumpai duta besar Myanmar di Jakarta,  menyampaikan pesan tersebut untuk warga Myanmar yang tertindas, namun belum mendapat respon positif.

“Negara itu terkesan tertutup. Jadi, tak heran ketika hendak mendatangi kedutaannya saja masih menghadapi kesulitan,” kata Suhadi.

Tapi pada prinsipnya, kata Suhadi, pesan-pesan Walubi agar dapat didengar masyarakat Indonesia dan internasional sudah ditempuh. Kepada Kementerian Agama pun sudah disampaikan.

Bahkan Kepala Pusat Kerukunan Agama, Achmad Gunaryo, menyatakan dalam surat yang dibuat (15/4), memberi apresiasi dan ucapan terima kasih atas upaya Walubi agar konflik di Myanmar segera berakhir.

Hingga kini, Walubi sudah mengumpulkan dana untuk membangun rumah bagi warga Rohingnya sebanyak 9 ribu unit. Bantuan tersebut sudah disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI), (T/P012/R2)

 Mi’raj News Agency (MINA).

 

Leave a Reply