WARTAWAN SENIOR ALWI SHAHAB: KANTOR BERITA ISLAM MI’RAJ HARUS JADI KEKUATAN UMAT

     Bogor, 24 Jumadil Akhir 1434/3 Mei 2013 (MINA) – Wartawan senior Alwi Shahab dalam kunjungannya ke kantor Mi’raj News Agency (MINA), mengatakan bahwa kantor berita Islam ini harus menjadi kekuatan umat Islam.

     “Ini (kantor berita Islam Mi’raj) harus menjadi kekuatan umat Islam,” kata Alwi di depan para anggota redaski dan non-redaksi MINA. “Sekarang ini di hadapan kita banyak disuguhkan berita-berita yang lebih mementingkan kepentingan Barat,” kata Alwi, Jumat (3/5) di Bogor.

      Alwi menyesalkan bahwa masyarakat Islam dunia sekarang ini saling berseteru. “Padahal jika umat Islam saling bermusuhan, Islam akan lemah,” katanya.

       Merujuk pada konflik Suriah, Alwi mengatakan bahwa bagi Barat, negara yang tidak memihak kepada mereka, akan dihancurkan.

       “Mudah-mudahan kantor berita Mi’raj yang saat ini usianya kurang dari empat bulan ini, bisa menjadi kantor berita Islam yang bisa menyaingi pemberitaan media Barat,” kata Alwi kepada para redaktur dan pewarta MINA.

      Menurut pria yang kini rajin menulis artikel tentang cerita masyarakat dan sejarah Betawi ini, Muslimin Palestina sangat menderita sekarang ini. Jika mereka  membunuh satu orang Israel, maka Israel akan membalasnya yang mebuat banyak orang Palestina akan terbawa menderita dengn jumlah yang berlipat-lipat.

       Mi’raj harus terus mengangkat berita-berita tentang penderitaan bangsa Palestina karena kekejaman Israel dan mendukung perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaan dan membebaskan mesjid Al Aqsa dari cengkraman kaum Zionis Yahudi, kata pria kelahiran Jakarta 31 Agustus, 1936 ini.

       Dalam apresiasinya terhadap para wartawan muda yang berjuang di kantor berita Islam, Alwi menegaskan bahwa untuk memajukan perjuangan dalam bidang jurnalistik ini, para wartawan muda harus terus belajar dan berjuang tanpa kenal menyerah. Sebagai jurnalis, seorang wartawan harus banyak menguasai masalah.

      “Dalam Islam sangat dianjurkan untuk terus menuntut ilmu, harus banyak membaca dan jangan cepat puas. Hidup ini tidak ada istilah berhenti belajar,” tegas Alwi.

Sementara itu, Pimpinan Umum MINA Muhyidin Hamidi mengatakan bahwa saat ini merupakan awal perjuangan bagi seluruh jurnalis dan staf pendukung MINA.

Sekilas perjalanan Abah Alwi

       Alwi Shahab (lahir di Jakarta, 31 Agustus 1936; umur 76 tahun) adalah seorang wartawan yang telah menjalani profesinya selama lebih dari 40 tahun. Kariernya dimulai tahun 1960 sebagai wartawan, kantor berita Arabian Press Board di Jakarta.

      Sejak Agustus 1963 ia bekerja di Kantor Berita Antara. Berbagai jenis liputan digelutinya saat di Antara, mulai dari reporter kota, kepolisian parlemen, sampai bidang ekonomi. Selama sembilan tahun (1969-1978), anak Betawi kelahiran Kwitang, Jakarta Pusat ini, menjadi wartawan Istana.

       Sepanjang bertugas sebagai wartawan, Alwi Shahab kerap melakukan liputan di luar negeri. Di antaranya, tahun 1983 ia mengunjungi perbatasan MalaysiaThailand untuk meliput operasi penumpasan gerakan Komunis oleh tentara Malaysia.

      Pensiun dari Antara tahun 1993, ia bergabung dengan HU Republika. Koran yang usianya relatif muda ini, tanpa kesulitan Abah Alwi — begitu ia biasa dipangil oleh rekan-rekan yuniornya — langsung beradaptasi dengan lingkungan baru yang dihuni oleh orang-orang muda.

      Dengan komitmennya yang tinggi terhadap kewartawanan Abah Alwi langsung menjadi contoh bagi rekan yuniornya, bagaimana seseorang bisa menjadi wartawan sejati, walau telah memasuki usia senja. Ia tak kalah produktif dibandingkan dengan rekan yuniornya.

      Sejak di Republika, ia mulai menulis artikel-artikel tentang sejarah kota Jakarta, baik dalam bentuk tulisan lepas, di rubrik kebudayaan, maupun di rubrlik Sketsa Jakarta dan Nostalgia.

     Walau telah lebih enam tahun menulis, ia seolah-olah tidak kehabisan bahan untuk mengangkat permasalahan kota Jakarta, terutama kisah-kisah tempo doeloenya. Untuk objektivitas penulisan, ia bukan saja mendatangi nara sumber, menelaah berbagai koleksi dan bahan, tapi juga mendatangi tempat yang menjadi bahan penulisannya.

      Komitmennya yang tinggi terhadap profesi jurnalis membuat Alwi menjadi contoh bagi rekan yuniornya.  Walau telah memasuki usia senja Alwi tidak kalah produktif dibandingkan dengan rekan yuniornya. (T/P09/E1).

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply