35 TERSANGKA DITANGKAP DI MALI ATAS PEMBUNUHAN DUA WARTAWAN PRANCIS

Bamako, Mali, 2 Muharram 1435/6 November 2013 (MINA) – Sedikitnya 35 tersangka telah ditangkap dalam 48 jam dalam perburuan pelaku pembunuh dua wartawan Prancis yang ditembak mati di Mali Utara.

Ghislaine Dupont (57) dan Claude Verlon (55) diculik dan dibunuh oleh kelompok yang pejabat Prancis menduganya “kelompok perlawanan” setelah keduanya mewawancarai seorang juru bicara kelompok Tuareg di kota timur laut Kidal, Sabtu (2/11).

“Beberapa lusin orang telah ditangkap di wilayah Mali selama 48 jam dalam perjalanan penyelidikan terkait pembunuhan dua wartawan Prancis,” kata seorang sumber dari pemerintah Kidal kepada sumber Modern Ghana yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Sebuah patroli militer Perancis menemukan mayat Dupont dan Verlon sekitar 12 kilometer  sebelah timur dari Kidal, hanya beberapa jam setelah mereka diculik pada Sabtu, tergeletak sebuah truk pick-up di mana mereka telah diculik.

Jenazah diterbangkan pulang Selasa pagi dari Bamako ke Bandara Charles de Gaulle Paris, di mana peti mati mereka terbungkus kain biru, dipresentasikan kepada sekitar 20 kerabat dan karyawan RFI selama upacara pribadi, juga dihadiri oleh Presiden Francois Hollande.

Seorang anggota pasukan keamanan Mali mengkonfirmasi informasi bahwa jumlah orang yang ditahan setidaknya 35 orang.

Berita tentang penangkapan itu terjadi setelah jenazah wartawan Radio France Internationale (RFI) tiba di Paris.  Dan Menteri Luar Negeri Laurent Fabius mengumumkan bahwa 150 tentara Prancis telah dikirim untuk bergabung dengan 200 tentara yang sudah berada di Kidal.

Dia mengatakan bahwa Prancis akan tetap berencana menarik dua pertiga dari 3.000 prajurit di Mali pada akhir Januari.

Pembunuhan telah mengguncang Prancis, yang beberapa hari lalu merayakan kembalinya empat sandera yang telah ditahan selama tiga tahun setelah diculik di Mali tetangga Niger.

Sebuah sumber Perancis mengatakan bahwa tujuh penyidik, termasuk pejabat intelijen dan polisi, dikirim ke Mali untuk membantu dalam penyelidikan.

Amerika Serikat, Senin, mengutuk aksi kekerasan terhadap jurnalis dan menyatakan keprihatinan atas situasi keamanan di Mali.

Sumber keamanan Mali mengatakan para penyelidik dibantu oleh tahanan yang dipenjara karena penculikan pria Prancis Philippe Verdon dan Serge Lazarevic, diperintahkan oleh Al-Qaeda di Maghrib Islam.

Prancis mengirim pasukan ke Mali awal tahun ini untuk mengusir kelompok-kelompok pejuang yang telah merebut bagian utara negara itu setelah kudeta.

Paris selalu mengatakan misi akan dikurangi sebanyak dua pertiga awal tahun depan setelah pasukan penjaga perdamaian PBB sebesar 12.600 mengambil alih.

Beberapa pihak di Mali telah menyuarakan keprihatinannya atas penarikan Prancis di tengah peningkatan kekerasan. (T/P09/R2).


Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply