ANWAR IBRAHIM: INDONESIA PUNYA PERAN PENTING DALAM KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM

Dato’ Seri Anwar Ibrahim. (ARF/MINA)

Jakarta, 2 Muharram 1435/6 November 2013 (MINA) – Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim mengatakan, Indonesia mempunyai peranan penting dalam membangkitkan peradaban Islam di dunia.

Krisis di dunia Arab yang saat ini masih terjadi menjadi malapetaka dan bencana bagi umat Islam. Saat ini, kebangkitan Islam muncul di Asia Tenggara dan Indonesia mempunyai peluang besar dalam membangkitkan peradaban Islam di dunia.

“Peradaban Islam harus dimulai dengan ilmu dan dengan dasar yang lebih adil. Indonesia memikul tanggung jawab besar dalam peradaban Islam,” kata Anwar Ibrahim saat Dialog Interaktif  “Peradaban Islam dalam Konteks Integrasi Asia Tenggara” di Jakarta, Selasa (5/11).

Menurutnya, sudah ada dasar yang kokoh dalam pembangunan peradaban Islam di mana sejarah sudah membuktikan munculnya peradaban Islam di Asia tenggara, khususnya di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Filipina. Peradaban Islam di kawasan itu mengalami kemunduran saat masa penjajahan, dan kini dapat bangkit kembali menyusul krisis di Timur Tengah.

Anwar yang kini menjabat sebagai anggota parlemen Malaysia menekankan generasi muda Islam di dunia terutama di Indonesia harus memperhatikan penerapan ilmu melalui tahap peningkatan kepahaman dan memperluas pelatihan-pelatihan dalam berbagai bidang.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Masjid Kampus se-Indonesia, Hermawan K. Dipojono menyebutkan, Muslim di Asia Tenggara dapat mengambil peran dalam membangkitkan peradaban Islam di dunia.

“Sudah saatnya muslim di Asia Tenggara memimpin dunia,” kata Hermawan saat memberikan sambutan. Dia juga mengatakan, umat Islam di Indonesia harus mengetahui peran dalam membangkitkan peradaban Islam secara lebih cerdas, berkualitas, dan ikhlas.

Indonesia yang berpenduduk muslim sekitar 82 persen dari jumlah penduduknya menduduki 35 persen populasi penduduk di Asia Tenggara. Sejumlah 42,5 persen penduduk di kawasan Asia Tenggara adalah muslim.

Indonesia yang juga terhitung sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia itu mempunyai peran dalam pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) bertujuan membentuk basis pasar dan produksi tunggal, kawasan ekonomi sangat kompetitif, pembangunan ekonomi merata, serta kawasan sepenuhnya terintegrasi dengan ekonomi global yang dicanangkan pada tahun 2015.

Pemberlakuan keputusan bersama ASEAN tersebut akan menimbulkan perubahan besar di kawasan Asia Tenggara, sebuah wilayah yang dihuni oleh sekitar 600 juta penduduk, dan sedang menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibandingkan belahan dunia lainnya.

Dalam dialog interaktif yang digelar Keluarga Alumni/Almamater Masjid (KALAM) Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut dihadiri para aktivis, guru, mahasiswa, dan dosen serta tokoh-tokoh muslim seperti Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muchsin Alatas, Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah era Orde Baru Adi Sasono. (L/P02/P015/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply