ASIA TENGGARA BASIS KEBANGKITAN PERADABAN ISLAM

Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah era Orde Baru, Adi Sasono memberikan pengantar dalam Dialog Interaktif “Peradaban Islam dalam Konteks Integrasi Asia Tenggara” bersama mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim di Jakarta, Senin (5/11). (Foto: ARF/MINA)

Jakarta, 2 Muharram 1435/6 November 2013 (MINA) – Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah era Orde Baru, Adi Sasono mengatakan, Asia Tenggara menjadi basis kebangkitan peradaban Islam di dunia.

Dia juga menyatakan, Indonesia mempunyai peran penting dalam mewujudkan kebangkitan Islam tersebut.

Pernyataan itu disampaikan dalam Dialog Interaktif  “Peradaban Islam dalam Konteks Integrasi Asia Tenggara” bersama mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim di Jakarta, Selasa (5/11).

“Hari ini jumlah usia produktif Indonesia sudah mencapai 50 persen dari penduduk, Pada tahun 2030 jumlah usaha produktif akan mencapai 70 persen,” kata Adi Sasono dalam pengantar dialog.

Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia itu mempunyai peran dalam pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) yang bertujuan membentuk basis pasar dan produksi tunggal; kawasan ekonomi yang sangat kompetitif; pembangunan ekonomi yang merata; serta kawasan yang sepenuhnya terintegrasi dengan ekonomi global yang dicanangkan pada tahun 2015 sudah ditetapkan.

Pemberlakukan keputusan bersama ASEAN tersebut akan menimbulkan perubahan besar di kawasan Asia Tenggara, sebuah wilayah yang dihuni oleh sekitar 600 juta penduduk, dan sedang menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi dibandingkan belahan dunia lainnya.

Menurut Tokoh Senior Masjid Salman ITB itu pemberlakukan AEC tidak sekadar pada persoalan ekonomi, lebih dari itu sebagai sebuah masalah peradaban Islam yang berkembang di kawasan tersebut.

Indonesia dengan sekitar 82 persen penduduk adalah muslim menjadikan muslim Indonesia menduduki 35 persen populasi penduduk di Asia Tenggara. Sejumlah 42,5 persen penduduk di kawasan Asia Tenggara adalah muslim.

Namun, Adi Sasono menilai Indonesia harus terus berbenah terutama dalam hal sosial dan akhlak, serta menghapus budaya korupsi yang masih merajalela.

“Indonesia jangan sampai menjadi negara yang secara ekonomi dijajah akibat membiarkan penanaman modal asing dan korupsi merajalela,” tegas Adi Sasono.  

Dalam dialog interaktif yang digelar Keluarga Alumni/Almamater Masjid (KALAM) Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) –perkumpulan yang dibentuk oleh para aktivis berbagai perguruan tinggi yang pernah berkiprah di masjid kampus Salman ITB dan/atau mengikuti berbagai pelatihannya– itu dihadiri para aktivis, guru, mahasiswa, dan dosen.

Juga hadir tokoh-tokoh muslim seperti Habib Muchsin Alatas (Ketua Umum DPP FPI) , Prof. Dr. Hermawan K. Dipojono (Asosiasi Masjid Kampus se-Indonesia). (L/P02/P15/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply