BUDAYA KORUPSI HAMBAT INDONESIA JADI BANGSA MANDIRI

Jakarta, 25 Muharram 1435/29 Nopember 2013 (MINA) – Indonesia berpotensi menjadi bangsa pemenang bila mampu menghilangkan perilaku korupsi yang telah membudaya, demikian ungkap Ketua DPD RI, Irman Gusman dalam seminar Dewan Guru Besar UI di Jakarta, Jumat (29/11).

Dalam seminar dengan tema “Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang” di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, Irman juga mengatakan, dirinya yakin Indonesia kelak akan menjadi bangsa yang besar, mengingat Indonesia adalah negara dengan wilayah terluas, penduduk terbanyak dan sumber daya alam terkaya serta ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

“Saya optimis akan melihat bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Sumber Daya Alam Indonesia sangat melimpah, dan jika dikelola dengan baik, maka tak mustahil bangsa ini menjadi negara yang maju. Kita akan menjadi negara super power di kemudian hari,” ungkap Irman.

Namun, diakuinya untuk mewujudkan cita-cita tersebut tidaklah mudah dan diperlukan komitmen dari seluruh elemen bangsa, khususnya komitmen untuk memberantas perilaku korupsi.

Irman menilai, perilaku korupsi di Indonesia sangat sulit untuk diberantas karena sudah mengakar bahkan cenderung sistemik. Perilaku korupsi sudah merajalela di segala sektor.

Namun dalam kondisi yang mengkhawatirkan seperti saat ini, kita bisa berharap pada Mahkamah Agung yang baru-baru ini memberikan hukuman yang cukup berat bagi pelaku korupsi Angelina Sondakh dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 40 miliar. Hukuman ini jauh lebih berat dibanding putusan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 10 Januari 2013 dengan hukuman 4,5 tahun penjara.

Dalam beberapa kesempatan, Hakim Agung Artidjo Alkostar yang menjatuhkan hukuman tersebut mengungkapkan bahwa para koruptor harus dibuat jera dengan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya. Hal ini karena perilaku korupsi di Indonesia ini sudah menjadi sistemik dan luas dengan sudah masuk dalam sistem kenegaraan. (T/P01/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply