CENDIKIAWAN BRUNEI: KHILAFAH, PERMATA YANG HILANG

Wakil Ketua Dekan Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISA), Brunei Darussalam, DR. Abdurrahman Raden Aji Haqqi (Hadis/MINA)

Lampung, 10 Muharam 1434/14 November 2013 (MINA) – Wakil Ketua Dekan Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISA), Brunei Darussalam, DR. Abdurrahman Raden Aji Haqqi mengatakan, khilafah Islamiyah ibarat permata milik umat Islam yang hilang dari pemiliknya.

“Umat Islam memiliki permata yang sangat berharga, yaitu khilafah. Namun, sudah sejak lama hilang dari kalangan muslimin. Bahkan umat Islam merasa asing dengan warisan yang diberikan Nabi Muhammad itu,” kata Abdurrahman dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al-Fatah, Lampung, Kamis (14/11).

Menurutnya, hal itu terjadi karena umat Islam jauh dari Al-Qur’an. “Karena mereka meninggalkan Al-Qur’an, tidak mempelajari isi kandungan Al-Qur’an, maka dengan mudah mereka dipecah belah musuh-musuh Islam,” paparnya.

Kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA), Dosen Ilmu Syariah dan Hukum Islam itu juga menyatakan, mempelajari Al-Qur’an tidak hanya sekadar kewajiban bagi Muslimin, namun ia menjadi alat yang bisa menangkal para musuh Islam dalam memecah belah dan menghancurkan Islam.

Menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di beberapa negara Muslim, pria lulusan Kuwait University itu menyerukan agar Muslimin selalu dekat dengan Al-Qur’an. “Dengan mempelajari dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an, Muslimin tidak akan bisa diadu domba,” tegasnya.  

Adapun cara yang efektif agar Muslimin bisa kembali mengamalkan kekhilafahan, Abdurrahman menyatakan, dakwah dengan cara bijak dan personil dai yang mumpuni adalah dua hal yang amat dibutuhkan umat Islam saat ini.

Abdurrahman juga menyatakan, dukungannya kepada Shuffah Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud (SQABM) yang diresmikan hari ini (Kamis, 14/11) di Lampung. “Kita semua berharap dengan hadirnya Shuffah Al-Qur’an online ini bisa merubah peradaban umat Islam dan menggalang persatuan umat menuju tegaknya Khilafah Islamiyah,” katanya.

Mengomentari hukum Islam yang akan diterapkan di Brunei, ia mengatakan hal itu adalah keputusan dari sultan Brunei dan rakyat mendukung sepenuhnya penerapan hukum Islam itu.

“Memang ada pihak-pihak yang menentang hal itu, seperti para LSM HAM di Inggris yang menyerukan mencabut gelar para ilmuwan Brunei yang pernah kuliah di Inggris. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah sultan untuk melaksanakan hukum Islam,” katanya.

“Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dalam pidatonya mengatakan “Aku merasa malu dihadapan Allah di hari kiamat kelak, jika aku tidak melaksanakan hukum Islam di negeri yang Aku pimpin”,” kata Abdurrahman menirukan pidato Sultan Brunei.

Hukum Islam akan berlaku efektif di Brunei Darussalam mulai April 2014 mendatang. Saat ini, pemerintah Brunei sedang mempersiapkan segala perangkat yang dibutuhkan agar nantinya bisa berjalan maksimal. (L/P04/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply