JERMAN, INGGRIS HALANGI PALESTINA KE PERDAGANGAN ZAITUN INTERNASIONAL

Warga Palestina di Jalur Gaza sedang memproses hasil olahan Zaitun mereka. Foto: Maan News Agency

Ramallah, 26 Muharram 1435/30 November 2013 (MINA) – Jerman dan Inggris menentang pengajuan Palestina untuk bergabung dengan Dewan Zaitun Internasional, dan menganjurkan salah satu negara penghasil Zaitun terbaik itu untuk membatalkan diri.

Harian Israel Hareetz mengutip sumber-sumber diplomatik Eropa tanpa menyebutkan nama, mengatakan perwakilan Jerman dan Inggris di dewan mengklaim membiarkan Palestina bergabung bisa merusak negosiasi Israel-Otoritas Palestina yang sedang dimediasi Amerika.

Media tersebut melaporkan, persyaratan negosiasi yang kini menemui jalan itu dimulai kembali dengan syarat Israel melepaskan tahanan Palestina dan Palestina tidak bergabung dengan berbagai organisasi PBB, termasuk maju ke Mahkamah Pidana Internasional di Den Haag, Belanda. 

Kesepakatan juga termasuk penghentian permukiman ilegal Israel di tanah-tanah Palestina, namun penjajah Israel berulang kali mencurangi negosiasi dengan mengumumkan penambahan ribuan unit rumah permukiman ilegal baru akhir-akhir ini.

Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina di Ramallah atas nama Negara Palestina mengajukan permohonan untuk ikut menjadi anggota Dewan Zaitun Internasional pada musim panas ini dan dewan itu akan melakukan pengambilan suara pada pertemuan di Madrid pekan ini.

Sementara itu, Pelayanan Aksi Luar Eropa berpendapat Dewan Zaitun Internasional adalah merupakan organisasi yang bersifat teknis, jadi tidak masuk dalam kategori organisasi internasional yang tidak boleh dimasuki Otoritas Palestina terkait janji negosiasi dengan Israel.   

Kelompok tersebut mendukung pengajuan Palestina dengan mengatakan jika bergabung, Palestina akan mendapat bantuan teknis untuk meningkatkan ekonomi mereka di tengah penjajahan.

Dewan Zaitun Internasional merupakan organisasi antar pemerintah negara-negara penghasil buah Zaitun atau produk yang dihasilkan darinya, seperti minyak Zaitun. Organisasi yang didirikan pada 1955 itu beranggotakan 16 negara di seluruh dunia, termasuk Israel, Iran, dan Suriah.

Sedangkan Uni Eropa hanya mewakilkan satu delegasi bersama atas negara Belgia, Perancis, Yunani, Itali, Portugis, Spanyol, dan Inggris. (T/P03/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply