HANIYAH: HUBUNGAN PALESTINA DENGAN MESIR STRATEGIS

Gaza City, 20 Muharram 1434/24 November 2013 (MINA) – Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza, Ismail Haniyah mengatakan, hubungan Palestina dengan Republik Arab Mesir strategis.

Ismail Haniyah juga menegaskan, hubungan dengan Kairo belum rusak.

“Ada saling menuduh dengan Republik Arab Mesir, tapi itu tidak akan berubah menjadi hubungan yang rusak,” Haniyah mengatakan pada Jumat sore (22/11) dalam pertemuan dengan delegasi dari konvoi  kemanusiaan ‘Miles of Smiles 23’ yang tiba ke Jalur Gaza.

Dia juga berterima kasih kepada Mesir untuk mengizinkan konvoi untuk memasuki Gaza. “Kami tidak melepaskan negara Arab; Mesir adalah di atas segalanya,” tegas Haniyah sebagaimana dikutip Al-Ray yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Pernyataannya itu menunjuk bahwa hampir setiap hari pemerintah Palestina di Jalur Gaza melakukan kontak dengan badan intelijen Mesir untuk membahas pembukaan perbatasan Rafah, meringankan penderitaan penduduk di Jalur Gaza, dan mengamati setiap pelanggaran yang dilakukan penjajah Israel.

Sementara itu, kepala konvoi Esam Youssef menekankan dalam pidatonya bahwa pihak Mesir berjanji akan memfasilitasi masuknya konvoi solidaritas untuk Gaza.

Essam Youssef, koordinator konvoi kemanusiaan ‘Miles of Smiles 23’ mengatakan, pihak berwenang Mesir berjanji untuk memfasilitasi pergerakan konvoi kemanusiaan yang datang ke Jalur Gaza, karena mekanisme baru yang akan diberlakukan dalam hal pengaturan kerja.

Dia menunjukkan bahwa kontak berlanjut selama beberapa bulan untuk mengkoordinasikan masuknya konvoi itu.

Palestina tanggung jawab setiap orang

Konvoi kemanusiaan ‘Miles of Smiles Convoy 23’ tiba Kamis (21/1) di Jalur Gaza yang terkepung, dengan aktivis solidaritas dari seluruh dunia, termasuk beberapa dari Aljazair, Libya, Yordania, Inggris, Swedia dan Malaysia.

Lembaga Partners for Peace & Development for Palestinians (PPDP) mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, konvoi kemanusiaan ‘Miles of Smiles’ terbaru yang tidak hanya menunjukkan solidaritas dengan rakyat Gaza, tetapi juga mencoba mendobrak blokade penjajah Israel.

Organisasi itu menunjukkan, para pemimpin ‘Miles of Smiles’ telah berkonsultasi dengan pihak berwenang di Mesir untuk membahas kemungkinan dan mekanisme untuk mendukung konvoi bantuan ke Gaza dan mencari alternatif untuk terowongan, jalur masuk kebutuhan pokok bagi sekitar 1,8 juta penduduk  di Jalur Gaza.

Youssef mengatakan, konvoi solidaritas ke Gaza akan terus datang dari seluruh dunia, bahkan jika blokade diangkat, menunjukkan bahwa Palestina dan permasalahannya adalah tanggung jawab setiap orang.

“Kami akan melakukan segala cara yang sah untuk mendukung Gaza dan mendukung penghentian blokade,” kata Youssef, menjelaskan bahwa asistennya memikirkan mencapai Jalur Gaza melalui laut.

Para pemimpin konvoi menyatakan, pihak berwenang Mesir mengizinkan kiriman daging kaleng dan obat-obatan melalui jalur Rafah awal pekan ini, serta ambulans, kursi roda dan kendaraan pembersihan.

Youssef menegaskan bahwa ia menyebut Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas untuk bekerja keras mengangkat blokade Gaza dan memfasilitasi pergerakan bahan bakar ke wilayah itu.

Para pemimpin ‘Miles of Smiles’ mendesak semua orang untuk tidak mundur dari mendukung saudara dan saudari mereka di Jalur Gaza karena peristiwa politik di Mesir.

“Mesir akan mengambil langkah-langkah yang baik awal bulan depan untuk memfasilitasi lewatnya konvoi bantuan ke Jalur Gaza,”kata  para pemimpin konvoi bersikeras.  (T/P02/R2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply