HASIL TES KEMATIAN ARAFAT HAMBAT PEMBICARAAN DAMAI

Gaza City, 6 Muharam 1435/10 November 2013 (MINA) – Hasil penemuan para ilmuwan Swiss mengenai kematian Yasser Arafat akibat diracun dengan polonium akan memperburuk atmosfer perundingan perdamaian Otoritas Palestina-Israel yang kini sedang berlangsung, Guardian melaporkan.

Media Guardian sebagaimana dikutip AlRay itu juga melaporkan, hasil tes belum membuktikan penjajah Israel membunuh pemimpin Palestina, tetapi efek utama kasus ini bisa untuk memperdalam sentimen anti-Israel.

Spekulasi bahwa penyakit mendadak Arafat adalah hasil dari permainan kotor oleh dinas rahasia penjajah Israel muncul bahkan sebelum pemimpin Palestina itu meninggal di sebuah rumah sakit di dekat Paris, Perancis pada 11 November 2004.

Penjajah Israel selalu membantah keterlibatan apapun mengenai kematian mendiang pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) itu.

Suha Arafat mengatakan pada Rabu (6/11), setelah menerima hasil tes forensik ilmuwan Swiss pada mayat suaminya, Presiden Palestina Yasser Arafat tewas diracun pada tahun 2004 dengan radioaktif polonium.

Sebuah tim ahli, termasuk dari Institute Lausanne University Hospital tentang Fisika Radiasi, membuka makam Arafat di kota Ramallah, Tepi Barat November tahun lalu, dan mengambil sampel dari tubuhnya untuk mencari bukti dugaan keracunan.

Sebuah laporan oleh ilmuwan Swiss mengatakan hasil tes pada sisa-sisa tubuh Arafat “cukup mendukung dugaan bahwa kematian adalah akibat dari keracunan polonium-210”.

Tes menunjukkan peningkatan tiba-tiba unsur polonium tinggi dan laporan mengatakan tingkat polonium dalam tulang dan jaringan lunak Arafat hingga 18 kali lebih tinggi dari batas normal.

Selain itu, banyak Faksi Palestina yang mengutuk keputusan untuk memulai kembali perundingan dengan penjajah Israel.

Kesimpulan hasil forensik ilmuwan Swiss, yang melakukan tes pada sampel yang diambil dari penggalian mayat Arafat November tahun lalu, akan menyalakan kembali tuduhan terhadap penjajah Israel dan memperdalam keyakinan umum di kalangan rakyat Palestina bahwa seorang pria yang mereka lihat sebagai pahlawan revolusioner itu dibunuh.

Guardian mencatat bahwa masyarakat internasional akan memiliki sedikit antusiasme untuk apa pun yang bisa mengganggu proses perdamaian Otoritas Palestina-Israel, di mana perintah dukungan diabaikan di kalangan masyarakat Palestina dan sudah terjebak pada blok awal.

Perundingan damai berlanjut kembali setelah terhenti pada September 2010 karena perselisihan mengenai pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat yang dijajah Israel sejak Juli 2013 lalu di bawah mediasi Amerika Serikat (AS).

Perundingan damai tersebut dimanfaatkan oleh AS, karena AS melihat permasalahan Palestina sebagai pusat permasalahan di negara Timur Tengah, menguatkan spekulasi pengamat terkait konflik yang tengah terjadi di negara-negara sekitar Palestina, terutama Mesir, Suriah, Lebanon, dan lainnya yang seolah dimanfaatkan untuk kepentingan Israel atas Palestina.(T/P02/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply