INDONESIA DAN RUSIA DESAK SOLUSI DAMAI KONFLIK SURIAH

Jakarta, 18 Muharram 1435/23 November 2013 (MINA) – Indonesia dan Rusia menyerukan kepada dunia internasional untuk menyelesaikan konflik Suriah secara damai dan tidak menggunakan kekuatan militer.

Pihak-pihak yang bertikai dihimbau terlibat aktif untuk duduk bersama dalam mencari solusi damai. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Marty Natalegawa dan Ketua Parlemen Rusia (Duma), Nikolai Levichev dalam pertemuan di Kemlu RI, Jakarta (21/11).

Nikolai Levichev mengatakan pentingnya peran Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dalam penyelesaian konflik Suriah, katanya seperti dilaporkan portal Menlu, yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Sabtu (23/11).

“Rusia mengapresiasi posisi Indonesia yang mengedepankan penyelesaian damai dan mengharapkan kontribusi lebih besar, antara lain keterlibatan dalam rencana Perundingan Jenewa II”, ujar Nikolai Levichev.

Agar perundingan Jenewa II tersebut berhasil, Menlu Marty Natalegawa memandang perlunya upaya untuk dilakukannya pertemuan informal, sebelum pertemuan formal, seperti contohnya penyelesaian konflik Kamboja pada tahun 1980-an ketika diselenggarakan Jakarta Informal Meeting.

Selain isu Suriah, Menlu RI dan Wakil Parlemen Rusia juga membahas masalah Laut China Selatan dan upaya-upaya peningkatan hubungan kedua negara.

Seperti diketahui, Indonesia dan Rusia memiliki hubungan erat baik pada tingkat bilateral, regional maupun multilateral, seperti ASEAN, EAS, APEC, ARF dan G-20. 

Kunjungan tersebut ke Jakarta pada 20-22 November 2013 merupakan langkah untuk lebih meningkatkan hubungan kedua negara, khususnya kerja sama antar parlemen. 

Selama kunjungannya, Nikolai Levichev diagendakan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat Indonesia, yaitu MPR, DPR, DPD, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan KADIN. (T/P012/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply