IRAN: DUNIA AKUI PROGRAM PENGAYAAN URANIUM IRAN

Teheran, 21 Muharram 1435/25 November 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa keuntungan terbesar bagi Iran dari kesepakatan nuklir di Jenewa adalah pengakuan resmi dari program pengayaan uranium mereka dan negara-negara dunia memahami fakta bahwa Iran tidak membuat senjata nuklir.

Pernyataan itu Zarif ungkapkan kepada televisi Iran di Teheran sekembalinya dari perundingan Jenewa, Ahad (24/11), Anadolu Agency melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Kelompok delegasi Iran yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri selama pembicaraan Jenewa, disambut oleh banyak warga Iran yang memegang gambar Presiden Hassan Rouhani dan Zarif di Bandara Mehrabad. Salah satu plakat bertuliskan “Selamat datang utusan perdamaian!”.

Para penyambut membawa bunga dan bendera Iran dan meneriakkan “Tidak untuk perang, sanksi, menyerah dan penghinaan”.

Sebuah kesepakatan mengenai kontroversial  program nuklir Iran dicapai antara Iran dengan 5 anggota  Dewan Keamanan PBB dan Jerman di Jenewa. Kesepakatan itu akan menjadi pra-teks untuk kesepakatan yang lebih luas tentang kegiatan nuklir Iran.

Zarif mengatakan bahwa ia berharap kesepakatan itu bisa mulai mengembalikan kepercayaan yang hilang.

“Orang-orang Iran menuntut penghormatan terhadap hak dan martabat mereka, adalah penting untuk mengembalikan kepercayaan mereka dan saya berharap proses ini bisa melakukan itu,” katanya.

Setelah kesepakatan itu, Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa itu adalah langkah penting pertama untuk menangani kekhawatiran dunia atas program nuklir Iran yang disengketakan, Al Jazeera melaporkan.

Dia menambahkan bahwa kesepakatan termasuk “keterbatasan substansial” di Iran dan memotong jalan peluang Iran untuk membuat bom nuklir.

Catherine Ashton, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa juga meyakini akan adanya kesepakatan jangka panjang.

“Ini adalah langkah pertama saat Anda akan melihat sangat banyak dalam rangka mencapai kesepakatan yang komprehensif,” katanya.

Diplomasi Iran telah ditingkatkan setelah Iran memilih Hassan Rouhani sebagai Presiden Iran pada bulan Juni, menggantikan Mahmoud Ahmadinejad.

Rouhani bertujuan untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara besar dan membuat sanksi terhadap negaranya dicabut. Ia memperoleh dukungan publik penting dari Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. (T/P09/R2).


Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply