PENJAJAH ISRAEL BANGUN TIGA SINAGOG DI BAWAH MASJID AL-AQSHA

Penjajah Israel terus meningkatkan pembangunan sinagog di bawah dan sekitar Masjid Al-Aqsha. (Foto Eksklusif: AlResalah))

Al-Quds (Yerusalem), 18 Muharram 1435/23 November 2013 (MINA)  – Ahli sejarah kota Al-Quds, Khalil Ibrahim menyatakan, pemerintah penjajah Israel sedang membangun tiga sinagog Yahudi baru untuk tempat ibadahnya di bawah Masjid Al-Aqsha.

Tiga sinagog Yahudi, termasuk ruang untuk tempat ibadah khusus bagi perempuan Yahudi dibangun di bawah terowongan hasil penggalian penjajah Israel yang tersebar di bawah Masjid Al-Aqsha.

“Kami hanya melihat rumah-rumah ibadah ini selama tur kami. Jika tidak, kita tidak akan tahu apa-apa tentang sinagog tersebut. Sinagog itu dibangun diam-diam di bawah tanah,” kata Ibrahim yang juga bekerja sebagai pemandu wisata, MEMO melaporkan sebagaimana diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Menurutnya, sinagog-sinagog itu merupakan perpanjangan dari situs agama lain bahwa penjajah Israel sedang membangun tempat ibadah Yahudi di Al-Quds yang diduduki, terutama di sekitar Masjid AlAqsha, untuk memaksakan realitas baru di lapangan.

Dia juga menyatakan, pembangunan sinagog memiliki dukungan politik dalam upaya untuk Yahudisasi kiblat pertama bagi umat Islam itu.

Ibrahim menjelaskan, pemerintah penjajah Israel bertujuan mengelilingi Masjid Al-Aqsha dengan permukiman ilegal dan bangunan yang mengusung nilai keagamaan Yahudi, termasuk rumah-rumah ibadah.

Ibrahim juga mengungkapkan, di dalam rumah-rumah ibadah Yahudi itu, orang-orang Yahudi menggunakan model bangunan dalam kitab Mazmur dan menunjukkan struktur Kuil di bawah Masjid AlAqsha.

Fasilitas lain termasuk sekolah, perpustakaan dan sinagog sedang dibangun dalam upaya untuk melemahkan dan menghapus warisan Islam dan Arab di kota Al-Quds dan untuk membangun sebuah warisan Yahudi di tempat itu.

Seorang pejabat senior PBB dan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Politik Jeffrey Feltman mengatakan, kegiatan permukiman ilegal Yahudi yang dibangun rezim penjajah Israel di wilayah Palestina yang diduduki memiliki dampak negatif pada pembicaraan damai Otoritas Palestina-Israel.

Jeffrey Feltman mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Selasa lalu, pembicaraan antara kedua belah pihak mengalami “kemunduran yang signifikan” sebagai hasil dari serangkaian pengumuman penjajah Israel baru-baru ini yang berencana membangun permukiman ilegal baru di Tepi Barat dan Al-Quds Timur yang diduduki .

Sementara, seorang peneliti dalam urusan kota Al-Quds dan permukiman ilegal Yahudi, Abdel Salam Awwad juga memperingatkan serangan penjajah Israel yang terus menerus pada Masjid Al-Aqsha.

Dia menjelaskan kepada media Palestina Al-Ray, masjid itu diserang berulang kali oleh penjajah Israel dalam situasi berbeda termasuk politisi, militer, rabi, pelajar dari universitas dan sekolah serta lembaga-lembaga keagamaan tingkat tinggi.

Dia juga menyatakan, hal itu menunjukkan dengan jelas ada strategi yang direncanakan diadopsi penjajah Israel yang didukung oleh tingkat kementerian Israel seperti Kementerian Pendidikan, Kementerian Pariwisata, dan parlemen Israel (Knesset).

“Serangan terhadap Masjid Al-Aqsha dijadwalkan akan setiap hari dilakukan penjajah Israel,” jelas Awwad.

Dia menyerukan kepada rakyat Palestina secara umum dan pribumi kota Al-Quds (Yerusalemites) khususnya untuk berdiri bersama dengan satu sama lain untuk mencegah para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dari melakukan penodaan dan kerugian apapun ke Masjid Al-Aqsha. (T/P08/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply