ISRAEL BOIKOT PERUNDINGAN JENEWA

Al-Quds (Yerusalem), 6 Muharram 1435/10 November 2013 (MINA) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menelepon para pemimpin negara-negara peserta perundingan Jenewa, menentang rancangan perjanjian yang membicarakan program nuklir Teheran.

Berbicara dalam konferensi pers yang diadakan sebelum pertemuan Jenewa (8-9/11), Netanyahu menyatakan bahwa ia menyebut Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Perancis Francois Hollande, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Perdana Menteri Inggris David Cameron yang sedang menyusun draft perjanjian untuk Iran sebagai suatu tindakan buruk dan berbahaya.

“Hal ini juga berbahaya bagi semua negara dan mengancam perdamaian dunia. Pengurangan sanksi terhadap Iran memberikan kesempatan untuk pengayaan nuklir,” kata Netanyahu.

Pemerintah Israel mendukung tekanan dan sanksi masyarakat internasional terhadap Iran sampai negara itu menutup semua badan pengembangan nuklirnya, Anadolu Agency melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Catherine Ashton mencatat bahwa negosiasi akan mulai lagi pada tanggal 20 November mendatang.

Netanyahu juga mengatakan bahwa Israel akan melakukan semua upayanya untuk menjaga kekuatan dunia dari kesepakatan “buruk dan berbahaya” dengan Iran atas program nuklirnya.

“Saya berharap mereka mencapai kesepakatan yang baik, dan kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk meyakinkan kekuatan dunia untuk menghindari transaksi yang buruk,” papar Perdana Menteri Israel itu.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengatakan, jika perundingan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat belum menghasilkan kesepakatan. Mereka setuju untuk meneruskan perundingan itu di kemudian hari.

Sebelumnya, Iran dan enam negara lain gagal mencapai kesepakatan terkait sengketa nuklir Tehran setelah tiga hari berunding di Jenewa. Meskipun demikian, para diplomat menyatakan bahwa kemajuan signifikan telah dicapai dan perundingan akan kembali digelar 10 hari mendatang di tempat yang sama.

Menteri Ekonomi Israel, Naftali Bennet mengatakan, terdapat ‘perbedaan’ dalam tubuh pemerintahan Presiden Barrack Obama mengenai bagaimana berurusan dengan Iran.

“Jika dalam 10 tahun ke depan sebuah bom atom yang disembunyikan meledak di New York, atau rudal nuklir menghantam Roma, maka seseorang akan berkata bahwa semua itu adalah akibat konsesi yang telah kita buat (dengan Iran),” kata dia.

Ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat saat ini sedang meningkat setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Jumat (8/11) secara terbuka mengecam usulan kesepakatan sementara dengan Iran dan menyebutnya sebagai sesuatu yang sangat buruk. Netanyahu juga mendesak Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry untuk tidak terburu-buru menandatangani perjanjian.

Tidak lama setelah itu, Obama menelpon Netanyahu untuk memberi tahu perkembangan terbaru perundingan di Jenewa sambil menekankan komitmen Amerika Serikat untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

“Jika kami tidak punya pilihan lagi, kami akan bertindak. Itu sebabnya Israel mempunyai angkatan udara,” kata Wakil Menteri Pertahanan Israel Danny Danon, Ahad (10/11). 

Perundingan intensif antara Iran dengan kelompok P5+1 berakhir pada Ahad di Jenewa tanpa menghasilkan kesepakatan mengenai program atom Teheran. Kelompok P5+1, yang terdiri dari anggota permanen Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman, mencurigai Iran sedang mengembangkan persenjataan nuklir.

Israel, sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, yakin bahwa Iran harus dicegah untuk menguasai teknologi nuklir dengan cara apapun dan menyatakan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menghentikan musuhnya. (T/P04/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply