ISRAEL TANGKAP DUA ANAK PALESTINA DI TEPI BARAT

Tepi Barat, 2 Muharram 1435/6 November 2013 (MINA) – Sebuah organisasi pro-Palestina merilis sebuah video yang menunjukkan tentara Israel menangkap dua anak laki-laki Palestina di Tepi Barat .

Seorang aktivis internasional dalam video tersebut berulang kali mengatakan, “Dia berusia sebelas tahun dan seorang lagi berusia di bawah 12 tahun, dia terlalu muda untuk ditangkap”.

Pasukan Israel menembakkan granat kejut ke arah sebuah sekolah warga Palestina. Mereka kemudian menangkap dua murid  dan membawa mereka ke kantor polisi Israel terdekat.

Anak-anak yag ditangkap kemudian ditahan dan dipindahkan ke Kantor Kepolisian Israel di wilayah Palestina setelah diinterogasi selama satu jam.

Insiden serupa juga terjadi di wilayah lain di Tepi Barat, kota al-Khalil (Hebron). Para aktivis mengatakan polisi Israel tidak memberikan alasan penangkapan itu. Mereka langsung melakukan aksinya tanpa prosedur penahanan.

Mereka juga mengatakan penahanan anak adalah ilegal. Hal itu jelas melanggar hukum internasional, bahkan menurut hukum Israel sendiri.

Menurut data lembaga internasional untuk perlindungan anak-anak di Palestina (Defense for Children International-Palestina), pasukan penjajah Israel menahan rata-rata 500-700 anak-anak Palestina setiap tahunnya.

Kelompok HAM internasional dan para pejabat Palestina semakin khawatir tentang tindakan militer Israel itu. Israel saat ini telah menahan ratusan warga Palestina di bawah umur dan memperlakukan mereka dengan penyiksaan-penyiksaan dan tanpa proses pengadilan yang transparan.

Selama ini, penjajah Israel kebal dengan hukum. Oleh karenanya, mereka sering melanggar hukum internasional dan HAM tanpa ada proses. Mereka melakukan pelanggaran mengerikan seperti penganiayaan dan penyiksaan di dalam penjara Israel yang sudah umum diketahui oleh bayak kalangan, terutama para aktivis HAM.

Kekerasan verbal yang dialami anak-anak Palestina membuat mereka tertekan secara psikologis. Menurut sebuah laporan yang diterbitkan awal tahun ini, rezim Israel menyuntikkan “virus berbahaya” terhadap tahanan Palestina di penjara Israel sebelum melepaskan mereka.

“Seorang warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel, Rania Saqa terbukti membawa virus berbahaya setelah rezim Israel terungkap menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuhnya beberapa hari sebelum ia keluar,” tulis harian Rusia, Komsomolskaya Pravda pada 19 April lalu.

Saqa juga mengatakan banyak tahanan menderita penyakit misterius yang sulit disembuhkan seperti kanker kandung kemih dan gangguan hati. Dia mengatakan itu adalah prosedur standar bagi Israel untuk menyuntikkan virus-virus berbahaya kepada para tahanan Palestina sebelum membebaskan mereka.

“Kebanyakan mantan narapidana mati setelah dibebaskan dari penjara-penjara Israel,” tulis surat kabar tersebut. Sebuah organisasi hak asasi menuduh Israel menggunakan tahanan Palestina sebagai alat untuk menguji obat baru.

Saat ini, lebih dari 4.500 rakyat Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, banyak dari mereka yang ditahan tanpa tuduhan yang jelas atau pengadilan yang jujur dan terbuka. (T/PO4/P01).

Mi’raj News Agemcy (MINA)

Leave a Reply