KEMENAG: WARNAI DUNIA MAYA DENGAN SITUS DAKWAH

Bandar Lampung, 15 Muharram 1435/19 November 2013 (MINA) – Kepala Direktorat Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr. Mamat Salamat Baharuddin mendesak pentingnya mewarnai dunia maya dengan situs-situs bernuansa dakwah Islamiyyah.

Dr Mamat mengatakan hal itu pada Peresmian Grand Launching Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud Online (SQ-ABM) di Kompleks Pesantren Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Selasa (19/11).

“Pemerintah melalui Kemenag memang sedang mencanangkan pembuatan seribu situs dakwah agar masyarakat Indonesia bisa mempelajari lebih banyak tentang Islam,” ujarnya.

Untuk itu, menurutnya sangat tepat adanya lembaga Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud yang dicanangkan secara online di dunia maya.

“Dengan diresmikannya intsitusi ini menambah khasanah situs Islami di dunia maya bersaing dengan situs-situs negatif, sekaligus belajar Al-Quran,”paparnya, dalam sambutan mewakili Menteri Agama RI.

Peran Pesantren

Berbicara tentang peran pesantren, Dr. Mamat Salamat Baharuddin dalam sambutannya mengatakan, sejak masa perjuangan, kemerdekaan hingga pembangunan pesantren memiliki peran strategis di masyarakat.

Menurutnya, bangsa Indonesia merdeka berkat dukungan perjuangan pemuda-pemuda muslim yang tersebar di seluruh pondok pesantren di Indonesia.

Pada masa pembangunan juga tidak kalah pentingnya, pesantren sangat berjasa sebagai pencetak generasi melalui kegiatan pendidikan dan dakwah, ujarnya.

“Bangsa Indonesia tanpa pesantren tidak akan berdiri kokoh, apalagi dalam dunia pendidikan Islam, kita tidak bisa terlalu berharap pada lembaga lain,” imbuhnya.

Dari pesantrenlah diharapkan lahir generasi alim ulama dan cendekiawan muslim, yang menjadi agen perubahan kebaikan di masyarakat.

Kementerian Agama sangat menyambut baik inovasi pendidikan Al-Quran secara online yang dikembangkan Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Al-Fatah Lampung.

Terlebih, sebutnya, di Pesantren Al-Fatah belajar santri-santri dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Saya merasakan di sini terlihat dunia Islam sebenarnya, tercermin warga muslim dunia,”  imbuhnya.

Dengan diresmikannya Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud Online berskala internasional,  akan muncul para pejuang  perubahan peradaban dunia berdasar Al-Quran,”tambahnya lagi.

Tercatat beberapa santri belajar Islam di Pesantren Al-Fatah berasal dari Malaysia, Filipina, Italia, Uganda, Maroko,  dan China. (L/P04/P06/K01/R1). 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply