MASJID BAWAH TANAH PERTAMA DI DUNIA

Istanbul, 2 Muharram 1434/6 Oktober 2013 (MINA) – Masjid bawah tanah pertama telah dibangun di distrik Buyukcekmece, Istanbul, Turki telah memenangkan tempat pertama dalam kompetisi Arsitektur Fest Dunia untuk tempat ibadah.

“Masjid adalah tempat untuk merenung dan berdoa,” kata Mehmet Narin, Mufti Buyukcekmece.

Penggabungan desain Islami dan ukiran khas Ustmaniyah dengan sentuhan modernisasi, Masjid Sancaklar terinspirasi dari Gua Hira, tempat di mana Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pertama kali menerima wahyu.

Masjid itu Dibangun tujuh meter di bawah permukaan tanah oleh seorang arsitek Turki, Emre Arolat, On Islam melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Rabu (6/11).

Masjid terletak di kedalaman 1200 meter persegi di bawah tanah, diterangi oleh jalur utama dan sinar matahari untuk menambah lingkungan spiritual.

Berangkat dari desain masjid standar, Masjid Sancaklar memiliki ruang luas untuk ibadah secara khusus.

Para arsitek mencatat, secara singkat desain mereka bertujuan untuk mengatasi isu fundamental merancang masjid dengan menjauhkan diri dari arsitektur saat ini didasarkan pada bentuk dan fokus hanya pada esensi ruang ibadah.

Masjid itu telah dibangun sejak Mei 2011 dan dijadwalkan akan dibuka beberapa pekan mendatang. Menawarkan tempat bagi lebih dari 650 jamaah, Masjid Sancaklar bertujuan menambah kapasitas dari kekurangan masjid di distrik tersebut.

“Karena kurangnya masjid di sini di lingkungan Karaagac, masjid yang satu ini diperlukan,” jelas Mufti Narin.

“Distrik ini diisi dengan Villa tapi tidak ada masjid.” tegasnya

Masjid bawah tanah pertama di dunia dirancang tanpa menara atau lambang bulan sabit. Sekitar 99 persen penduduk Turki adalah Muslim. Turki memiliki ribuan masjid, yang paling terkenal di antaranya adalah Masjid Biru, yang ditandai dengan pekerjaan ubin biru menghiasi dinding interiornya.

Pada 20 Mei 2012, masjid bawah laut pertama di dunia dibangun di wilayah barat daya kota Tabuk di Arab Saudi. (T/P013/P02)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply