MENLU TURKI KUNJUNGI IRAN BAHAS SURIAH PEKAN DEPAN

Ankara, 15 Muharram 1435/19 November 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu akan mengunjungi Iran pekan depan untuk berpartisipasi dalam sebuah pertemuan internasional yang akan membahas krisis Suriah.

Davutoglu dijadwalkan akan bergabung pada 26-27 November dalam pertemuan Dewan Menteri dari Organisasi Kerjasama Ekonomi, sebuah badan regional yang terdiri dari sepuluh Negara Asia dan Eurasia, seperti di laporkan Midle East Monitor yang dikutip MINA.

Selain membahas Suriah, di sela-sela pertemuan ECO Davutoglu akan bertemu dengan pejabat Iran untuk membahas hubungan politik, hubungan ekonomi serta program nuklir Iran yang kontroversial.

Sebelumnya pada September lalu, Davutoglu menghadiri pertemuan tingkat tinggi tentang solidaritas dengan negara tuan rumah pengungsi Suriah di Swiss, Jenewa.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung selama acara Komite Eksekutif Komisi Tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) ke-64, Senin (30/9).

“Semua negara anggota PBB serta lembaga-lembaga keuangan internasional dan negara-negara tetangga Suriah yang menjadi tuan umah pengungsi Suriah diundang pada pertemuan itu,” kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam pernyataan resminya

Davutoglu juga memberikan pidato pada pertemuan itu yang bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap kondisi pengungsi Suriah dan kontribusi nyata bagi negara tuan rumah pengungsi.

Komite Eksekutif UNHCR ke-64 berlangsung di Jenewa mulai dari 30 September-4 Oktober 2013 untuk meninjau dan menyetujui program-program lembaga dan anggaran serta menyarankan perlindungan bagi pengungsi.

Organisasi kemanusiaan internasional mencatat angka pengungsi meningkat tajam, lebih dari 50.000 warga Suriah tiba di Irak utara selama satu pekan pada bulan lalu. Organisasi kemanusiaan itu melaporkan, sekitar 75.000 warga Suriah tiba setiap bulan di Lebanon dan kini jumlahnya mencapai seperlima dari penduduk negara itu. Jumlah pengungsi Suriah di Lebanon pada akhir 2013 akan mencapai 1,3 juta orang. (T/P013/R2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply