MER-C OBATI KORBAN HAIYAN FILIPINA

Cebu, Filipina, 23 Muharram 1435/27 November 2013 (MINA) – Tim Bedah Medis Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dipimpin Dr. Abdul Mughni,SpB.,KBD. berkunjung ke Cebu Filipina pada Sabtu (23/11) untuk memberikan pengobatan bagi para korban topan Haiyan.

Setiba di Cebu, Tim berkoordinasi dengan Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (Health Management Center) guna mengurus perizinan dan pemetaan lokasi-lokasi bencana yang dianggap penting.

Usai mendapatkan informasi, tim langsung meluncur ke arah utara Cebu, tepatnya daerah Medellin yang turut dilanda bencana dahsyat topan Haiyan pada 8-9 November 2013 lalu.

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dibentuk di Jakarta, 14 Agustus 1999 oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Indonesia Timur.

Lembaga Kemanusiaan MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri.

Saat ini MER-C sedang mengerjakan dua pembangunan rumah sakit sekaligus di dua daerah berbeda, Jalur Gaza, Palestina dan Galela, Maluku.

Tim mengunjungi Bogo-Medellin Medical Center, sebuah rumah sakit umum daerah setempat yang juga tampak mengalami kerusakan pada beberapa bagian ruangan akibat topan, sebagaimana pernyataan resmi MER-C yang diterima wartawan Mi’raj News Agency (MINA).

Setelah berkoordinasi dengan Kepala dan staf rumah sakit serta mengevaluasi kebutuhan medis, Tim MER-C memutuskan untuk memberikan bantuan terlebih dahulu di wilayah itu.

Dr. Abdul Mughni membagi timnya yang terdiri dari sembilan relawan menjadi dua, yaitu Tim Bedah dan Tim klinik kesehatan keliling (Mobile Clinic). Tim Bedah berfokus membantu penanganan pasien-pasien trauma di rumah sakit sementara Tim Mobile Clinic bertugas menyisir wilayah-wilayah utara Cebu yang menjadi sasaran topan Haiyan.

Dr. Abdul Mughni, SpB. KBD., dr. Dany Kurniadi, SpBS., dr. Nurul Qomaruzzaman, SpOT. dan Ita Muswita (perawat bedah) sejak Ahad pagi langsung membantu menangani pasien yang dirawat maupun yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hari itu juga dilakukan tindakan operasi dengan kasus fraktur (retak) pergelangan tangan kiri (Radius Ulna).

Walaupun dengan peralatan operasi yang seadanya, yaitu ketiadaan alat electric cauter (laser), namun operasi berhasil diselesaikan dalam waktu kira-kira satu setengah jam. 

Tim memberikan pelayanan medis klinik kesehatan keliling, Tim disambut antusias oleh warga masyarakat korban topan, tepatnya warga di Barangay of Kawit. Di wilayah tersebut, kerusakan terjadi di mana-mana akibat topan.

Meskipun rumah dan bangunan tempat tinggal mereka terkena sapuan topan, tapi warga tidak mengungsi. Mereka membuat tenda di samping reruntuhan dan sisa rumah.

Bertempat di Kawit Barangay Hall yang berjarak sekitar satu jam dari Bogo-Medelin Medical Center, Tim klinik kesehatan keliling yang terdiri dari dua dokter umum, satu perawat dan dua non medis melayani satu-persatu warga yang datang. Obat-obatan yang diberikan tim adalah obat-obatan yang dibawa dari Indonesia, sumbangan para donatur.

Meskipun ramai warga yang berkumpul, namun mereka terlihat dengan sabar dan tertib mengantri untuk mendapatkan pengobatan. Tercatat warga yang berobat pada hari itu mencapai 216 orang.

Tim dijadwalkan masih akan menginap di Bogo-Medellin Medical Center satu hari lagi sebelum bergerak ke wilayah bencana topan lainnya. Hal ini dikarenakan masih ada warga korban topan Haiyan yang memerlukan bantuan penanganan operasi, seperti fraktur pergelangan tangan bawah dan necrotic wound debridement. (L/P013/P02/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply