MESIR IZINKAN POLISI MASUKI UNIVERSITAS TANPA IZIN

Pertemuan Kabinet Mesir (Foto: Ahram)

Kairo, 18 Muharram 1435/22 November 2013 (MINA) – Kabinet pemerintah sementara Mesir pada Kamis (21/11) mengeluarkan putusan yang memperbolehkan polisi masuk ke kampus-kampus perguruan tinggi jika terjadi sesuatu di dalamnya.

Keputusan tersebut bertentangan dengan hukum pada pemerintahan presiden terguling Muhamad Mursi yang menyatakan pihak keamanan harus mendapatkan izin universitas yang bersangkutan atau pihak yang berwenang sebelum masuk ke dalam kampus, lapor media Mesir, Ahram yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency).

Keputusan tersebut diresmikan sehari setelah polisi melakukan serbuan ke asrama universitas Al-Azhar di Kairo hingga terjadi bentrokan dan melukai beberapa mahasiswa serta membuat tiga orang terbunuh dalam insiden itu.

Media melaporkan, Militer dan polisi melakukan serbuan ke dalam asrama Al-Azhar pada Rabu (20/11) dengan menggunakan kendaraan berat. Saksi mengatakan mereka menembakkan peluru dan gas air mata. Bahkan dilaporkan mengejar, menangkap dan menyiksa seorang mahasiswa di dalam masjid.

“Saya melihat dengan mata saya sendiri seorang mahasiswa meninggal karena tembakan di dada dan lehernya,” kata Muhammad Badawi, seorang wartawan surat kabar Mesir Yaoum Sabi’ dalam akun facebook-nya.

Pemerintah Mesir mengklaim masuk ke dalam kampus diperbolehkan jika kampus dalam kondisi ‘terancam’. Dalam konferensi pers pada Kamis, Juru Bicara Kabinet, Hany Salahuddin juga mengumumkan bahwa kabinet akan segera menyetujui undang-undang tentang demonstrasi di Mesir.

RUU tersebut membolehkan aparat hukum menolak setiap protes yang direncanakan di Mesir dan harus melalui proses birokrasi yang ketat sebelum demo, di mana polisi juga diperbolehkan untuk menyerang para demonstran dengan tembakan air dan gas air mata. (T/P03/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply