MUSLIM INGGRIS HADAPI TANTANGAN RADIKAL

London, 15 Muharram 1435/19 November 2013 (MINA) – Muslim Inggris sedang berusaha mengembalikkan citra Islam yang rusak setelah adanya pembunuhan seorang tentara Inggris yang mengaku dilakukan oleh dua Muslim mualaf .

“Saya berada di sini sudah sejak lama dan akan sepanjang hidup saya,” kata Shaynul Khan, asisten direktur sebuah masjid London Timur, ia menganggap bahwa Inggris satu tempat terbaik di dunia untuk menjadi seorang Muslim.

“Jadi aku benar-benar bangga bias tinggal di Inggris,” tambahnya.  Menurut laporan Onislam dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

 Dalam laporan terkait, Serangan terhadap masjid di Inggris telah meningkat dalam beberapa hari terakhir di tengah pembunuhan seorang tentara Inggris yang pernah bertugas di Afghanistan, Jerman, dan Siprus di sebuah jalan ramai di Woolwich, London yang diduga dilakukan oleh dua pemuda yang mengaku mualaf, baru masuk Islam, pada Rabu (22/5).

Muslim Inggris telah mengutuk pembunuhan itu sebagai suatu yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Kelompok sayap kanan, seperti Liga Pertahanan Inggris (EDL/English Defense League), telah meningkatkan kegiatan radikal mereka terhadap komunitas Muslim setelah menyalahkan Islam membunuh tentara Inggris.

Mereka mengorganisir sejumlah anti-Islam di London, di mana kekerasan terjadi dan puluhan protes ditangkap.

Pada Juni lalu terjadi kebakaran di sebuah pesantren di London, diduga adalah reaksi anti-Muslim, karena terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah masjid dibakar di bagian lain di ibukota Inggris diduga serangan pembakaran.

Permusuhan terhadap Muslim di Inggris telah meningkat sejak tahun 2005 lalu, data kepolisian menunjukan 1.200 serangan anti-Muslim pada tahun 2010.

Sebuah jajak pendapat menunjukan bahwa Inggris adalah negara yang cukup besar memandang negatife terhadap Muslim.

Woolwich merupakan sebuah distrik di Timur Selatan London, Inggris yang terletak di Kerajaan Borough of Greenwich. (T/P013/R2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply