MUSLIM KASHMIR HARAPKAN TAHUN BARU HIJRIAH MEMBAWA PERDAMAIAN

Srinagar, 1 Muharam 1435/5 November 2013 (MINA) – Muslim Kashmir mengharapkan awal tahun baru Hijriah adalah awal dari perdamaian setelah dua puluh tiga tahun mengalami keamanan yang rentan.

“Saya ingin melihat Kashmir damai seperti sebelum tahun 1990,” kata Nisar Ahmad Mir, seorang pebisnis Kashmir selatan.  Menurut laporan Onislam seperti dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

“Saya ingat ketika mengunjungi pasar, kebun dan anak-anak bermain sampai malam tanpa rasa takut,” tambahnya.

Kashmir dibagi menjadi dua bagian dan diperintah oleh India dan Pakistan, yang terlibat dua dari tiga perang sejak kemerdekaan tahun 1947.

Pakistan dan PBB mendukung hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri, dalam beberapa tahun terakhir wilayah Himalaya diguncang oleh demonstrasi terhadap kekuasaan India.

Lebih dari 60.000 orang tewas sejak melawan kekuasaan India pada tahun 1989.  Selama dua puluh tiga tahun Kashmir telah kehilangan banyak orang muda.

“Setelah bertahun-tahun Kashmir mengharapkan perdamaian sebagai jalan satu-satunya menuju kebahagiaan,“ kata Mir.

“Semoga Allah memberi kita perdamaian dan kemakmuran,” tambahnya.

Melihat sejarah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, Kashmir yakin bahwa tahun baru Hijriah akan membawa perdamaian. “Sebagai seorang Muslim, saya memiliki keyakinan bahwa Kashmir akan mendapatkan kebebesan suatu hari,” kata Mohd Imran.

Nusrat, seorang mahasiswa mengatkan bahwa umat Islam harus mendapatkan pelajaran dari Hijrahnya Nabi Muhammad saw dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Bagi Muslim Kashmir, Hijrah adalah cara terbaik dan mengajarkan kita mengikuti sejarah Nabi Muhammad.

Memperingati tahun baru hijriah pemuda Muslim mengadakan acara seminar khusus seputar Hijriah yang akan diselenggarakan selama 10 hari pertama pada bulan Muharam.

“Acara ini memiliki kepentingan dalam Islam dan Muslim berjanji untuk mengubah hidup,” kata Mufti Islam, Naseer ul.(T/P013/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply