NETANYAHU: KESEPAKATAN NUKLIR IRAN “KESALAHAN BERSEJARAH”

Tel Aviv, 21 Muharram 1435/25 November 2013 (MINA) – Kesepakatan nuklir yang dicapai antara Iran dan enam kekuatan dunia di Jenewa pada Ahad telah memicu pertikaian diplomatik dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut kesepakatan itu adalah “kesalahan bersejarah”.

“Apa yang disimpulkan di Jenewa tadi malam bukanlah sebuah perjanjian bersejarah, itu adalah kesalahan bersejarah,” kata Netanyahu pada awal sidang kabinet mingguan.

Hal itu membuat Presiden AS Barack Obama menegaskan kembali komitmen AS bahwa kesepakatan itu untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

“Hari ini dunia telah menjadi tempat yang lebih berbahaya karena rezim yang paling berbahaya di dunia mengambil langkah yang signifikan untuk memperoleh senjata yang paling berbahaya di dunia,” kata Netanyahu.

Ia memperingatkan bahwa Israel masih memiliki semua opsi di atas meja.

“Israel memiliki banyak teman dan sekutu, tetapi ketika mereka salah, itu adalah tugas saya untuk berbicara. Rezim di Iran berkomitmen untuk menghancurkan Israel. Dan Israel memiliki hak dan kewajiban untuk mempertahankan diri sendiri dari setiap ancaman.”

Menteri Luar Negeri AS John Kerry setuju dengan penilaian Netanyahu, namun mengatakan bahwa Israel telah dibuat lebih aman dengan kesepakatan tersebut.

“Saya percaya bahwa mulai hari ini, untuk enam bulan ke depan, Israel sebenarnya lebih aman dari pada kemarin karena kita sekarang memiliki mekanisme yang akan kita perluas jumlah waktunya, di mana mereka (Teheran) bisa ditembus (menuju tempat pembuat bom nuklir). Kita akan memiliki wawasan program mereka yang tidak kita miliki sebelumnya,” kata Kerry.

“Saya percaya bahwa Israel sebenarnya akan lebih aman, kami memberi kepastian bahwa sanksi tidak bisa diangkat dengan cara mengurangi tekanan terhadap Iran dan kita tidak percaya bahwa mereka akan legadengan sanksi ini. Arsitektur dasar sanksi tetap di tempat,” kata Kerry.

Menurut kesepakatan itu, Teheran akan menghentikan kemajuan kapasitas pengayaan uraniumnya. Sebagai imbalannya, kekuatan dunia akan menghapus sejumlah sanksi ekonomi. (T/P09/R2).


Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply