PARA UTUSAN DUNIA BICARAKAN NUKLIR IRAN

Jenewa, 19 Muharam 1435/23 November 2013 (MINA) – Enam utusan negara besar berkumpul di Jenewa, Swiss untuk melanjutkan upaya mencapai kesepakatan pada program nuklir Iran yang selama ini masih diperdebatkan.

Para utusan dari keenam negara (Jerman, Rusia, Perancis, Inggris, Cina dan Amerika Serikat (AS)) telah tiba di Jenewa sejak Jum’at (22/11) dan akan memulai pembicaraan pada Sabtu dan Ahad (23-24/11) ini.

Pertemuan tersebut yang kedua kalinya dalam bulan ini yang melibatkan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry di Jenewa setelah pada 10 November lalu belum menemukan kesepakatan, Al Jazeera melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

“Kerry memutuskan untuk kembali berunding dengan para pemimpin negara-negara itu. Ia berharap akan mendapatkan kemajuan yang saling menguntungkan apabila terjadi kesepakatan,“ kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Marie Harf kepada media.

Terpilihnya Hassan Rouhani sebagai presiden baru Iran menggantikan Ahmadinejad pada bulan Juni lalu menciptakan harapan besar atas kebuntuan hubungan AS-Iran yang telah terputus sejak 30 tahun lalu. Isu pengembangan nuklir Iran menjadi kendala utama kedua negara itu selalu berseteru.

Pada awal November lalu, seorang jurnalis investigasi Amerika, Wayne Madsen mengatakan, badan lobi Israel di AS, American Israel Public Affairs Committee(AIPAC) mencoba untuk menyabotase perundingan AS dan Iran atas program energi nuklir negara itu.

AIPAC bertemu dengan para pejabat pemerintah AS, termasuk Wakil Presiden Joe Biden dan Menteri Luar Negeri John Kerry serta beberapa anggota parlemen senior Amerika. Mereka mendorong anggota parlemen Amerika untuk mendukung pemberian sanksi lebih terhadap Iran.

“Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi AIPAC dan AS. Badan lobi Israel itu telah beberapa kali mencoba untuk membajak kebijakan luar negeri Amerika untuk kepentingan Israel sendiri dan bukan kepentingan rakyat Amerika,” kata Wayne Madsen kepada wartawan pada Ahad (3/11).

Madsen juga mengatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akan sangat marah dengan Presiden Obama jika AS akhirnya menyepakati perjanjian kerjasama dengan Iran. Lobi Israel itu mencoba menggunakan kekuatan utamanya, yaitu Kongres Amerika Serikat untuk meningkatkan sanksi terhadap Iran.

Sementara itu, Pemerintahan AS mendesak Kongres untuk menghentikan setiap sanksi baru terhadap pemerintah Iran karena Hasan Rouhani menyatakan program nuklirnya untuk perdamaian dunia.

“Saat ini, Kongres harus mempertimbangkan secara matang untuk mencabut sanksi terhadap Iran. Kami pikir ini adalah waktu yeng tepat bagi AS untuk menjalin hubungan baik dengan Iran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki.

Permintaan serupa juga datang dari negara-negara pemegang hak veto. Iran memiliki niat baik menciptakan perdamaian dunia dan program nuklirnya bukan untuk tujuan militer. Jadi, AS harus bekerjasama dengan siapa saja untuk menciptakan perdamaian dunia. 

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu meminta masyarakat internasional melalui lembaga-lembaganya untuk memberikan tekanan kepada Iran sampai mereka menghentikan program energi nuklir yang mereka kembangkan.

“Saya pikir tekanan harus terus dilakukan terhadap Iran sampai negara itu benar-benar menghentikan program nuklirnya. Saya pikir jika masyarakat internasional bersatu menekan Iran, negara itu akan mengentikan programnya,” kata Netanyahu.

Perdana Menteri Israel itu juga menyerukan tidak hanya tekanan agar Iran berhenti melakukan programnya, tapi juga menghancurkan semua akses dan peralatan yang digunakan demi terciptanya perdamaian dunia.

“Ada banyak negara yang menunggu tindakan tegas terhadap Iran. Namun, jika hanya sekedar menunggu tanpa ada tindakan nyata, Iran akan tetap melanjutkan programnya,” tambahnya sebagimana dikutip Press TV yang dipantau Mi’raj News Agency (MINA).

Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad-Javad Zarif mengatakan, Israel memang berusaha menghalang-halangi pembicaraan nuklir antara negaranya dan negara besar dunia.

Zarif juga mengatakan, Israel takut pada keberhasilan pembicaraan antara Iran dan kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman (P5+1) dan ada kemungkinan mereka melancarkan upaya untuk mengganggu perundingan. (T/P04/P02).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

Leave a Reply