PASAR MODAL SYARIAH MASIH MINIM INVESTOR

Jakarta, 5 Muharram 1435/9 November 2013 (MINA) – Minimnya jumlah pemodal yang berinvestasi menjadi kendala perkembangan pasar modal syariah di Indonesia, terutama apabila dibandingkan dengan pemodal pada sektor perbankan. Demikian dikemukakan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad.

Menurut Muliaman seperti dilansir dari laman PKES (Pusat Keuangan Ekonomi Syariah) dikutip MINA (Mi’raj News Agency) upaya mengembangkan pasar modal syariah bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan umat Islam di Indonesia yang ingin berinvestasi di produk pasar modal yang sesuai dengan prinsip dasar syariah.

“Dengan semakin beragamnya sarana dan produk investasi di Indonesia, di harapkan masyarakat akan memiliki alternatif berinvestasi yang dianggap sesuai dengan keinginan,” kata dia.

Namun, Muliaman mengatakan kehadiran pasar modal syariah tidak hanya memberikan kesempatan bagi kalangan muslim. Kalangan nonmuslim juga dapat berperan dengan tersedianya alternatif investasi yang lebih beragam melalui instrumen investasi berbasis prinsip syariah seperti saham, obligasi, sukuk, reksa dana syariah, dan sebagainya.

“Sejalan dengan misi otoritas pasar modal dalam mengembangkan pasar modal syariah, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) pada 2011 menerbitkan fatwa tentang penerapan prinsip syariah dalam mekanisme perdagangan efek bersifat ekuitas di pasar reguler bursa efek,” jelasnya.

Ia mengemukakan fatwa itu menegaskan bahwa penyelenggaraan perdagangan efek syariah di BEI telah memiliki dasar atau hukum fikih yang kuat.

Adapun mekanisme lelang berkelanjutan yang digunakan dalam transaksi efek bersifat ekuitas di pasar reguler telah sesuai dengan prinsip syariah.

Muliaman juga menceritakan bahwa beberapa waktu yang lalu di ajang The World Islamic Financial Forum London, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengumumkan industri keuangan Islam di negara itu telah berkembang, bahkan 50% lebih cepat daripada perbankan konvensional.

Lebih jauh, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan potensi perkembangan pasar modal syariah di dalam negeri cukup besar seiring dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.(T/P010/R2).

 

MINA (Mi’raj News Agency)

 

Leave a Reply