PASUKAN ISRAEL SERBU KOMPLEKS AQSHA DAN SERANG WANITA

Jerusalem, 3 Muharram 1435/7 November 2013 (MINA) – Pasukan Israel hari Rabu menyerbu kompleks Masjid al-Aqsha di kota al-Quds (Yerusalem) dan menyerang seorang wanita Jerusalem yang mencoba menghentikan mereka memasuki sebuah masjid di kompleks.

“Polisi memasuki kompleks Aqsha dan berusaha menyerbu Masjid Marawni,” kata perempuan itu yang meminta untuk tetap anonim, kepada kantor berita Anadolu sebagaimana yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

“Jadi kami mencoba menghentikan mereka dengan menutup pintu masuk masjid dan berteriak ‘Allahu Akbar ,” katanya.

Wanita itu telah berada di dalam masjid mempelajari Al-Quran saat pasukan Israel menyerbu.

“Seorang polisi menyerang saya menggunakan tangan dan kakinya, sementara petugas lainnya dicegah oleh mahasiswa lain dari intervensi,” katanya.

Dua mahasiswa yang diidentifikasi sebagai Abu Akram Afifa (22) dan Yusuf al-Sayid (24) ditahan karena memprotes insiden itu dan mencoba untuk melindungi wanita dari penyerang Israel.

Serangan menyebabkan wanita itu luka ringan. Dia kemudian dirawat di klinik kompleks.

Penjaga kompleks al-Aqsa Naser Kos mengkonfirmasi insiden itu.

“Sekitar 40 petugas polisi menyerbu kompleks Aqsha melalui Gerbang Dung dan mencoba memasuki Masjid Marawni,” kata Kos kepada Anadolu.

“Tapi mahasiswa menciptakan posisi  mereka, mencegah polisi memasuki masjid,” katanya.

“Polisi Israel menutup gerbang utama Masjid Aqsa selama sepuluh menit setelah bentrokan,” tambah Kos.

Polisi akhirnya meninggalkan kompleks setelah mengambil KTP dari semua siswa perempuan di tempat itu.

Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok pemukim Yahudi sering disertai dengan pasukan keamanan Israel, berulang kali memasuki kompleks Masjid Aqsa, yang dianggap tempat suci ketiga umat Islam.

Seringnya pelanggaran memicu kemarahan Muslim Palestina dan kadang-kadang menyebabkan bentrokan di kompleks masjid.

Serangan Rabu itu terjadi hanya beberapa hari setelah Knesset (parlemen Israel) mengusulkan undang-undang yang akan diperdebatkan, yaitu “membagi” situs al-Aqsa antara Muslim dan Yahudi.

Yahudi menyebut al-Aqsa sebagai “Temple Mount“, mengklaim daerah itu tempat dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno.

“Al-Aqsa dalam bahaya serius,” tegas wanita yang diserang. “Sehari tidak lolos tanpa serangan oleh polisi atau pemukim ekstremis.” (T/P09/R2).


Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply