PBB DISTRIBUSIKAN BAHAN BAKAR ATASI KRISIS GAZA

Gaza, 25 Muharram 1435/29 November 2013 (MINA) – Pada Kamis (28/11), PBB mulai mendistribusikan bahan bakar di Gaza untuk menjaga jalannya infrastruktur, karena khawatir terhadap kesehatan masyarakat dengan menumpuknya sampah dan limbah.

“Bahan bakar sebenarnya datang hari ini melalui Kerem Shalom (persimpangan barang dengan Israel), dibeli oleh UNRWA dan didistribusikan oleh PBB,” kata Koordinator Khusus PBB untuk Timur Tengah, Robert Serry dalam sebuah konferensi pers di Gaza Utara.

“Itu tidak menyelesaikan krisis bahan bakar di Gaza, tapi itu menyediakan jaring pengaman, kami berharap bisa untuk dua sampai tiga bulan mendatang bagi instalasi penting di sini,” tambahnya.

Pengumuman Serry muncul di saat wilayah Islam Palestina menderita krisis bahan bakar paling serius dalam sejarah, pemadaman listrik terjadi 16 jam setiap hari, Ahram Online melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Rumah Sakit, air dan sanitasi, bisnis dan rumah-rumah pribadi semua terkena dampaknya.

Serry mengatakan, dia datang untuk melihat luapan “stasiun limbah kritis” di Gaza City pekan lalu, sebagai akibat dari kekurangan bahan bakar.

“Hal ini karena sumbangan Turki yang membuat saya dapat memberitahu Anda bahwa stasiun ini kini mendapatkan bahan bakar yang diperlukan untuk terus beroperasi,” katanya.

Sejak Ahad, Jalur Gaza telah mengandalkan gerobak yang ditarik keledai untuk menjaga jalan-jalan tetap bersih karena kurangnya bensin untuk truk sampah.

Para pejabat telah memperingatkan bahwa sampah-sampah yang menggunung, cenderung menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi 1,7 juta penduduk daerah kantong itu.

Pada1 November, otoritas energi Hamas mengumumkan pembangkit listrik satu-satunya di Gaza yang memasok 30 persen dari kebutuhan listriknya, telah berhenti bekerja karena tidak ada bahan bakar yang cukup.

Sejak awal tahun 2011, terowongan penyelundupan menjadi rute utama pasokan bahan bakar untuk wilayah tersebut.

Pasokan hampir sepenuhnya kering pada musim panas ini setelah tentara Mesir mulai menghancurkan terowongan dengan sungguh-sungguh berikut menggulingkan Presiden Muhammad Mursi pada 3 Juli.

Kekurangan bahan bakar memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah rapuh di Gaza, yang berada dalam blokade ketat Israel sejak 2006 setelah pejuang menculik seorang tentara Israel.

Lebih lanjut diperketat pada tahun 2007 ketika Hamas menguasai Gaza, tetapi sejak itu telah mereda jauh, meskipun pembatasan gerakan dan impor bahan bangunan diperketat secara berkala. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply