PBB PERKIRAKAN 9,3 JUTA WARGA SURIAH PERLU BANTUAN

New York, 2 Muharram 1435/6 November 2013 (MINA) – PBB memperkirakan, sekitar 9,3 juta orang di Suriah atau sekitar 40 persen dari populasi, memerlukan bantuan kemanusiaan karena konflik  yang sedang berlangsung di negara itu.

Kepala Bidang Kemanusiaan PBB, Valerie Amos mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Senin (4/11), bahwa 9,3 juta orang sekarang perlu bantuan dari luar untuk bertahan hidup, naik dari 6,8 juta pada bulan September.

Sekarang ada 6,5 juta tunawisma di dalam negeri, naik dari 4,25 juta dari total populasi Suriah yang berjumlah sekitar 23 juta, lapor Al-Jazeera yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

“Situasi kemanusiaan di Suriah terus memburuk dengan cepat dan tak terelakkan,” kata Amos dalam pertemuan tertutup, menurut juru bicaranya Amanda Pitt.

“Amos terus menekan DK PBB untuk mengirim bantuan dan pengaruh mereka terhadap pihak-pihak yang dapat menjamin perlindungan warga sipil dan fasilitas sipil, jalur yang aman bagi tenaga medis, persalinan yang aman dan tanpa hambatan bantuan kemanusiaan, serta dapat memfasilitasi kemajuan dalam memperluas bantuan kritis, operasi bantuan menyelamatkan nyawa,” kata Pitt.

Permohonan Amos kepada DK PBB seiring janji pemerintah Suriah pada Senin untuk memastikan pengiriman vaksin dan bantuan kemanusiaan di seluruh negeri, setelah wabah polio dan peringatan kekurangan gizi di daerah-daerah di bawah pengepungan militer. Dua puluh dua anak di Provinsi Deir El-Zor yang berbatasan dengan Irak mengalami lumpuh bulan lalu. Virus polio sejauh ini telah dikonfirmasi diderita oleh 10 dari mereka dan para ahli mengatakan hal itu bisa menyebar dengan cepat ke seluruh wilayah. 

Bulan lalu, Amos menuntut tindakan yang lebih kuat dari DK PBB untuk mendapatkan bantuan ke Suriah yang sangat dibutuhkan, di mana jutaan orang yang membutuhkan belum menerima bantuan selama hampir satu tahun. Kekerasan dan birokrasi yang berlebihan telah memperlambat pengiriman bantuan vaksin kepada Suriah. Lebih dari 100.000 orang tewas dalam perang saudara dan jutaan orang telah melarikan diri dari negara tersebut.

Setelah berbulan-bulan pembicaraan, DK PBB menyetujui pernyataan yang tidak mengikat untuk mendesak akses kemanusiaan ditingkatkan. Diplomat senior PBB mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sebelumnya menolak kemungkinan resolusi yang mengikat secara hukum pada akses bantuan di Suriah. (T/P09/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply