PEJABAT PBB SALAHKAN ISRAEL KARENA KEBUNTUAN PROSES PERDAMAIAN

Ramallah, 18 Muharram 1435/20 November 2013 (MINA) – Seorang pejabat PBB menyalahkan Israel atas kebuntuan dalam negosiasi damai antara Otoritas Palestina (PA) dan para pejabat Israel, lapor media Israel.

Pejabat tersebut juga mendesak Israel untuk menghentikan seluruh perkara negatif yang mempengaruhi negosiasi, seperti yang dilansir oleh MEMO dan dikutip oleh Mi’raj News Agency (MINA).

Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik, Jeffrey Feltman, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa perunding perdamaian Palestina-Israel telah beberapa jalan menuju mempersempit perbedaan mereka.

Namun dia memperingatkan bahwa tindakan Israel di tanah Palestina, termasuk perluasan pemukiman ilegal, yang akan merusak upaya perdamaian. Dia menambahkan bahwa, ketegangan telah berkembang berbahaya antara para pihak dan ini harus diatasi.”

Feltman menggambarkan pengumuman terbaru Israel untuk membangun permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem sebagai sebuah kemunduran yang signifikan bagi proses perdamaian.

Dia mencatat bahwa pada 13 November, ketika pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 24.000 unit permukiman baru, adalah penyebab utama kemunduran.

“Kami berharap, rencana ini ditangguhkan,” kata Feltman. Namun, ia menekankan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon benar-benar ingin berhenti penuh dan tidak hanya suspensi.

Ban Ki-Moon menganggap permukiman sebagai pelanggaran hukum internasional dan hambatan nyata untuk perdamaian antara Israel dan Palestina.

Feltman juga menyampaikan bahwa pemukiman menempatkan solusi dua-negara pada risiko dan menyerukan Israel untuk menahan diri dari tindakan yang merusak kepercayaan dan semangat pembicaraan.

Ia menegaskan bahwa konsekuensi dari kegagalan dari solusi dua negara akan memperburuk Israel dan Palestina.”

Sementara itu, ia mengatakan, solusi dua negara masih merupakan solusi yang tepat bagi kedua belah pihak. “Dengan demikian kita terus mendesak para pihak untuk tetap teguh dalam komitmen mereka untuk melihat melalui proses ini,” kata Feltman.

Menyerukan langkah-langkah yang serius, ia memperingatkan, “Kami khawatir bahwa jika langkah-langkah yang diambil untuk mencegah terulangnya perkembangan negatif, seperti minggu terakhir, kemungkinan yang tersisa untuk mencapai negosiasi solusi dua negara mungkin rusak dan sulit diperbaiki lagi.”(T/P08/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply