PENGAMAT POLITIK AMERIKA: ISRAEL DIBALIK KEMATIAN PRESIDEN KENNEDY

Washington, 19 Muharam 1435/23 November 2013 (MINA) – Pengamat politik Amerika Mark Glenn mengatakan, Israel berada di balik pembunuhan Presiden Amerika Serikat (AS) John F. Kennedy lima puluh tahun lalu.

“Bukti kuat yang menunjukkan Israel sebagai pelaku pembunuhan tersebut adalah bahwa lobi Israel berkembang pesat setelah kematian Kennedy, tidak hanya di tingkat parlemen pemerintahan, tapi juga di badan intelejen AS,” kata Glenn pada Jumat (22/11).

“Pada masa pemerintahan Kennedy, lobi Israel di Amerika tidak bisa berjalan baik karena kebijakan luar negeri sang Presiden yang tidak pro Israel,” jelasnya lagi.

Pada 22 November 1963, Kennedy dibunuh oleh seorang sniper bernama Lee Harvey Oswald. Dia ditembak saat ia mengendarai sebuah mobil terbuka di kota Dallas, Texas.

Meskipun mantan veteran Korps Marinir Oswald itu dinyatakan bersalah dan menjadi orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu, kematian Kennedy masih diselimuti misteri karena belum terungkap siapa aktor yang menyuruh membunuhnya.

“Tidak diragukan lagi, ada unsur-unsur dalam pemerintah Amerika Serikat yang bermain dalam tragedi ini,” kata Glenn, Press tv melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

“Bukti lain yang menunjukkan bahwa Israel berada di balik pembunuhan itu adalah saudara sang Presiden, Robert Kennedy mengalami hal yang sama. Kami tahu, Robert Kennedy adalah orang yang paling anti terhadap zionis dan Israel,” papar Glenn.

“Kennedy adalah sosok presiden yang tegas membela kepentingan bangsa Amerika. Ia tidak mau menjadi budak yang melayani bangsa lain, terutama Israel. Ia adalah salah satu presiden terbaik rakyat Amerika,” tambahnya.

John Fitzgerald Kennedy (29 Mei 1917 – 22 November 1963), atau dikenal dengan panggilan “Jack” atau inisial JFK, adalah Presiden Amerika Serikat ke-35 yang menjabat sejak Januari 1961 sampai dibunuh November 1963 lalu.

Kennedy dibunuh pada 22 November 1963 di Dallas, Texas. Lee Harvey Oswald dituding sebagai pelakunya dan ditahan malam itu juga, namun Jack Ruby menembaknya sampai mati dua hari kemudian, sebelum pengadilan Oswald diselenggarakan.

Badan intelijen Amerika FBI dan Komisi Warren secara resmi menyimpulkan Oswald sebagai pembunuh tunggal. Akan tetapi, Komite Pembunuhan Istimewa DPR Amerika Serikat (HSCA) berpendapat bahwa investigasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan Kennedy mungkin dibunuh akibat persekongkolan.

Presiden Kennedy dibunuh di Dallas, Texas, pukul 12:30 Waktu Standar Tengah hari Jumat, 22 November 1963, dalam kunjungan politik ke Texas untuk meredam gesekan di internal Partai Demokrat antara kader liberal Ralph Yarborough dan Don Yarborough (tidak ada hubungan keluarga) dan kader konservatif John Connally. Ia ditembak sekali di tenggorokan, sekali di punggung atas, dan satu tembakan mematikan di kepala. (T/P04/P02).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply