PERBATASAN RAFAH MASIH DITUTUP

Gaza City, 21 Muharram 1435/25 November 2013 (MINA) – Pihak berwenang Mesir menutup perbatasan Rafah di kedua arah selama empat hari berturut-turut tanpa ada kejelasan kapan akan kembali beroperasi, sebelumnya Rafah hanya dibuka paruh waktu selama tiga hari berturut-turut sebelum ditutup lagi pada Kamis (21/11).

Seorang pejabat dari Administrasi Umum Perlintasan Perbatasan Kementerian Dalam Negeri Palestina di Jalur Gaza mengaku tidak tahu kapan perbatasan Rafah akan dibuka kembali.

“Hanya tiga bus (masing-masing 50 penumpang) telah diizinkan keluar menuju Mesir pada Kamis siang,” katanya sebagaimana dikutip AlRay yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Sementara ribuan warga Palestina tetap menunggu pemerintah Mesir membuka kembali pintu perbatasan Rafah sehingga mereka bisa menyeberang.

Para pejabat Palestina di Jalur Gaza menjelaskan, mereka telah menyerukan kepada para pejabat Mesir untuk membuka kembali pintu perbatasan Rafah.

Sementara itu, Robert Turner, Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, yang baru-baru ini mengunjungi Jalur Gaza bersama dengan James Rawley, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, memperingatkan situasi kemanusiaan yang memburuk di sana.

“Penutupan terowongan telah menyebabkan kehancuran total dekat sektor pembangunan swasta, diperparah lagi dengan kendala karena larangan yang sudah ada pada bahan bangunan dari wilayah pendudukan Israel untuk sektor swasta,” kata kepala Robert Turner.

Oxfam menyebutkan, warga Gaza masih ” terperangkap di bawah blokade Israel dan sebagian besar terputus dari dunia luar” meskipun gencatan senjata dimaksudkan untuk memungkinkan pergerakan orang dan barang masuk dan keluar dari wilayah tersebut. “Ekspor dari Gaza merosot sejak 2012 serta nelayan Palestina dan petani terus dicegah memasuki daerah yang paling produktif,” kata badan amal Inggris itu dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Gaza juga menyerukan negara-negara Arab dan regional untuk ikut campur tangan dan mencari solusi atas krisis yang semakin buruk di salah satu kawasan Palestina itu, dan memohon untuk segera mebuka kembali jalur persimpangan Rafah.

Jalur Gaza telah hampir seluruhnya tanpa bahan bakar selama beberapa pekan yang mengakibatkan terhentinya jalur utama pembangkit listrik dan fasilitas pompa air yang menyebabkan pemadaman meluas dan penjatahan air terus berlanjut.

Rafah telah menjadi penghubung utama antara sekitar 1,8 juta penduduk Jalur Gaza dengan dunia luar sejak pemberlakuan blokade oleh Israel yang dimulai pada 2007.

Rafah telah sering ditutup atau beroperasi pada kapasitas terbatas dalam beberapa bulan terakhir karena kerusuhan yang sedang berlangsung di Semenanjung Sinai Mesir dan ketegangan politik akibat Presiden Mesir Muhammad Mursi digulingkan militer Mesir pada akhir Juli lalu. (T/P02/P01).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rate this article!

Leave a Reply