PALESTINA SIAP GABUNG DENGAN ORGANISASI INTERNASIONAL

Bethlehem, 24 Muharram 1435 / 28November 2013 (MINA) – Perdana Menteri Palestina di Tepi Barat, Nabil Shaat mengatakan, Selasa (26/11), Palestina siap bergabung dengan banyak organisasi internasional setelah kelanjutan perundingan dengan Israel gagal menghasilkan terobosan dalam kurun lima bulan terakhir.

“Negosiasi ini percuma saja seperti dengan orang-orang tuli,” kata Shaat kepada Ma’an yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency)

“Jarak antara kami dan mereka sangat jauh, dan itu jelas dalam laporan pemimpin mereka mengenai status kota Al-Quds (Yerusalem), Tepi Barat, dan lembah Yordania,” katanya

Shaath menyatakan, Otoritas Palestina masih memiliki ‘senjata’ untuk pergi ke organisasi Internasional termasuk Mahmakah Pidana Internasional (ICC) jika Israel terus menghalangi pembicaraan damai.

“Ada 35 konvensi yang tidak membutuhkan persetujuan untuk bergabung, di atas mereka adalah Statuta Roma,” katanya, mengacu pada perjanjian 1998 sebagai dasar pendirian ICC.

Dia mengatakan negosiator dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Saeb Erekat akan melanjutkan pekerjaannya dalam kapasitas sementara sampai kepemimpinan negosiator resmi digantikan. Dia mencatat bahwa pengunduran diri Erekat bersama dengan negosiator lain belum diterima secara resmi.

Shaath menambahkan bahwa satu-satunya alasan kepemimpinan Palestina tidak mencari keanggotaan dalam organisasi-organisasi internasional guna menghindari Israel memberi alasan untuk tidak membebaskan 52 sisa tahanan veteran Palestina.

“Ada organisasi yang menanti permohonan kita, dan meminta kita segera memberikan permohonan keanggotaan,” katanya.

Negosiasi antara Israel dan Organisasi pembebasan Palestina diluncurkan musim panas ini menyusul upaya intensif dari Amerika Serikat . Negosiasi formal terakhir rusak pada bulan September 2010 atas pembangunan permukiman ilegal Yahudi.

PBB mengakui Palestina sebagai negara pengamat non-anggota pada November 2012. (T/P010/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply