PERDANA MENTERI TURKI KUTUK KEKERASAN DI DUNIA ISLAM

Ankara, 9 Muharram 1435/13 November 2013 (MINA) – Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk kekerasan yang terjadi di dunia Islam dan mengatakan “nama pembunuh masih Yazid, nama yang tidak bersalah masih Hussein”.

Berbicara di depan anggota parlemen Partai Pembangunan dan Keadilan (AK Party) pada Selasa (12/11), Erdogan menyatakan bahwa alasan di balik pembunuhan kekerasan dalam geografi Islam adalah keserakahan akan kekuasaan, Anadolu Agency melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Erdogan berbicara pada malam kesepuluh Muharram, yang merupakan hari berkabung bagi Muslim, yaitu hari di mana cucu Nabi Muhammad menjadi syahid oleh Khalifah Umayyah, Yazid I.

“Sama seperti cara Yazid, keserakahan kekuasaan menumpahkan darah Hussein pada tahun 1374 yang lalu, keserakahan yang sama untuk beberapa upaya membunuh orang yang tidak bersalah tanpa ampun. Tidak peduli di Suriah, Libanon, Irak atau Yaman, nama pembunuh masih sama, Yazid,” kata Erdogan.

Erdogan juga menunjukkan bahwa kekerasan tidak ada hubungannya dengan Islam.

Menyinggung reformasi partainya yang memperkenalkan pemecahan masalah dengan Alawites (pengikut Syiah Alawi) di Turki, Erdogan mengatakan, “Kami telah membangun peradaban Anatolia dengan saudara Alawit kami, saudara sejak 1071.”

“Perbedaan antara Sunni dan Alawit adalah tidak seberapa,” kata Erdogan. “Provokasi oleh kelompok tertentu tidak dapat membahayakan persaudaraan kami yang bergantung pada kebersamaan leluhur kami.”

“Jika kita melihat orang-orang Alawit sebagai sumber suara beberapa kalangan yang serakah dan eksploitasi kekuasaan, kita tidak bisa menyelesaikan masalah kita,” katanya dan menyarankan untuk mengatasi masalah satu per satu, komunikasi dari hati ke hati. (T/P09/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA).

Leave a Reply