ULAMA INTERNASIONAL SERU RAJA ARAB LINDUNGI AL-AQSHA

Al-Quds (Yerusalem), 9 Muharram 1435/13 November 2013 (MINA) – Persatuan Ulama Muslim Internasional (The International Union for Muslim Scholars/IUMS) menyeru Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, Raja Muhammad VI dari Maroko, serta Raja Abdullah II dari Yordania menggunakan kekuasaan mereka untuk menghentikan penjajahan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa (12/11), IUMS mengutuk serangan Israel terhadap al-Aqsha yang bertujuan membagi-bagi tempat suci bersejarah bagi umat Islam itu, lapor Pusat Informasi Palestina yang dikutip MINA (Mi’raj News Agency).

IUMS menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk memikul tanggung jawab sejarah mereka terhadap Al-Aqsha dan kota Al-Quds (Yerusalem) serta melindungi kesucian Islam dan prestasi budayanya.

Pernyataan IUMS itu juga menyerukan rakyat Palestina untuk meningkatkan kehadiran mereka di masjid Al-Aqsha guna menghadang pembobolan area masjid yang kini meningkat.

IUMS mengajak organisasi internasional yang peduli dengan perlindungan prestasi budaya dan warisan manusia untuk campur tangan  dalam melindungi Masjid Al-Aqsha.

Perhimpunan cendekiawan Muslim itu meminta faksi Palestina melanjutkan rekonsiliasi nasional dan mengesampingkan perbedaan yang ada guna melindungi tempat Isra Mi’raj Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam tersebut.

Pernyataan IUMS tersebut juga menyerukan warga internasional untuk mempertimbangkan Jumat, 22 November 2013, sebagai hari khusus mendukung Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha.

Sementara, Asosiasi Ulama Yordania menyerukan ketegasan perusahaan-perusahaan Islam terkait pelanggaran Israel terhadap Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds yang dijajah dengan menekankan perlunya mengakhiri serangan Israel.

Asosiasi tersebut mengecam upaya Israel mengubah fakta-fakta sejarah dan agama di Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds.

Mereka menyerukan masyarakat Arab dan Islam untuk bersatu dan mendukung ketabahan warga di sekitar Al-Quds yang setiap hari menghadapi kekerasan dan diskriminasi Israel serta upaya penjajah membangun kuil di atas reruntuhan masjid Al-Aqsha nantinya. (T/P03/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply