PRESIDEN FILIPINA ABAIKAN ANGKA 10.000 KORBAN TOPAN YOLANDA

Manila, 10 Muharram 1435/13 November 2013 (MINA) – Presiden Filipina Benigno Aquino III mengabaikan perkiraan beberapa pihak berwenang bahwa 10.000 orang mungkin telah tewas dalam kehancuran yang disebabkan oleh topan super “Yolanda”.

Dalam sebuah wawancara dengan media internasional, Rabu (13/11), Aquino mengatakan bahwa mungkin pejabat lokal telah membuat perkiraan yang salah karena mereka juga menderita trauma emosional ketika mereka berada di tengah-tengah tragedi itu, situs Filipina Phil Star melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

“Sepuluh ribu, saya pikir terlalu banyak,” kata Aquino. “Mereka terlalu dekat dengan insiden tersebut. Mereka tidak memiliki dasar untuk itu.”

Aquino mengatakan pemerintah yang sedang bekerja memperoleh angka sekitar 2.000 sampai 2.500 kematian, sementara pemerintah juga berusaha untuk menghubungi 29 kota untuk menetapkan angka, terutama untuk korban hilang.

Pada konferensi pers yang disiarkan televisi Rabu sore, Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) mengatakan bahwa korban tewas sekarang mencapai 2.275 pada pukul 02:00, sementara 3.665 orang terluka dan 80 orang dinyatakan hilang.

Presiden mengatakan 2-3 unit pemerintah daerah yang terkena dampak, cukup kewalahan dengan tingkat kehancuran Yolanda, sedangkan pemerintah nasional mengalami kesulitan dalam operasi penyelamatan dan bantuan.
 
“Yang menghambat usaha adalah bencana topan merusak kabel listrik dan juga fasilitas komunikasi, memberi kami kesulitan besar dalam mengidentifikasi kebutuhan dan pengiriman barang bantuan dan peralatan yang diperlukan,” kata Aquino.

“Banyaknya orang-orang yang terkena dampak di tiga provinsi, ini cukup menakutkan,” tambahnya.

Malacañang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah sedang melakukan operasi intensif untuk mengatasi kebutuhan mendesak mereka yang berada di daerah bencana. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply