ISRAEL TINGKATKAN YAHUDISASI DI AL-AQSHA

 

 

 

Gaza City, 24 Muharram 1435/28 November 2013 (MINA) – Menteri Agama Palestina di Jalur Gaza, Ismail Radwan mengatakan dalam sebuah pernyataan, pembukaan sebuah museum baru Yahudi di bawah Masjid Al-Aqsha adalah bagian dari skema canggih penjajah Israel untuk meningkatkan Yahudisasi Masjid Al-Aqsha dan daerah sekitarnya.

Pernyataan Radwan yang dikeluarkan pada Selasa (26/11) itu muncul setelah sebuah stasiun TV Israel menayangkan pembukaan Museum baru Yahudi di bawah Masjid Al-Aqsha.

“Kami harus bergerak segera untuk menghentikan tindakan penjajah Israel,” tegas Radwan sebagaimana dikutip Al-Ray yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Dia menyerukan kepada rakyat Palestina di Kota Al-Quds (Yerusalem) untuk teguh dan bertahan atas tindakan arogansi penjajah Israel.

Radwan juga meminta faksi-faksi Palestina untuk mengambil tindakan segera mendiskusikan risiko skema penjajah Israel yang sedang berlangsung. Dia juga meminta para ulama Muslim ke ikut memikul tanggung jawab dalam terang keheningan Arab dan Muslim saat ini.

Sekretaris Jenderal Komite Islam-Kristen untuk Mendukung kota Al-Quds (Yerusalem) dan tempat-tempat suci, Dr. Hanna Issa memperingatkan, pemerintah penjajah Israel telah hampir menyelesaikan misi mereka untuk Yahudisasi Masjid Al-Aqsha, mencatat bahwa Pihak berwenang penjajah Israel bertujuan mencabut Masjid Al-Aqsha dari indentitas Arab dan Muslim untuk mengubahnya menjadi rumah ibadat orang Yahudi dengan membuka museum Yahudi dan menggali terowongan di bawah masjid yang akhirnya menggantinya dengan kuil dugaan.  

Pihak penjajah Israel juga memfasilitasi dan melindungi para ekstremis dan pemukim ilegal Yahudi yang menodai kesucian Masjid Al-Aqsha setiap harinya.

Langkah itu melengkapi upaya Yahudisasi penuh di Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha di mana yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam melaporkan sebanyak 104 sinagog Yahudi juga telah tersebar di sekitar lingkungan Masjid Al-Aqsha.

Yayasan Al-Aqsha juga mengungkapkan bahwa penggalian Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha sudah mencapai 18 meter di bawah tanah, dan kini di dalam terowongan tersebut sudah dibangun beberapa ruangan untuk menampung 5.000 orang.

Pada tahun 2020, Israel direncanakan akan menyelesaikan kota bawah tanah terbesar di kompleks Masjid Al-Aqsha yang akan menampung enam juta orang.

Yayasan Al-Aqsha menekankan, Masjid Al-Aqsha dengan luas sekitar 144 ribu meter persegi  yang merupakan 1/6 dari seluruh luas area yang dikelilingi tembok kota tua Al-Quds (Yerussalem), baik di atas dan di bawah area adalah milik umat Islam dan Yahudi tidak memiliki hak di dalamnya.

Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds adalah satu kesatuan. Al-Quds meliputi seluruh tembok yang mengelilingi kompleks Masjid Al-Aqsha.

Masjid Al-Aqsha merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam. Hal itu terkait dengan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu’ Alaihi Wa Salam. Nabi ketika itu naik ke Sidratul Muntaha melalui Masjid Al-Aqsha. (T/P02/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

 

 

Leave a Reply