SERANGAN DRONE AS DI YAMAN, LIMA TEWAS

Abyan, 5 Muharam 1435 /9 November 2013 ( MINA ) – Kementerian Dalam Negeri Yaman melaporkan, sedikitnya lima orang tewas dalam serangan pesawat tanpa awak (drone) di Provinsi Abyan, selatan Yaman.

Pihak militer mengklaim target serangan adalah salah satu markas terbesar Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), Kamis (7/11).

AQAP dianggap Oleh Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu sayap militer paling berbahaya dan menjadi ancaman serius bagi kepentingan Barat di Timur Tengah, termasuk lalu lintas kapal tanker minyak di kawasan Teluk.

Sejak tahun 2011 lalu, tentara Yaman bersekutu dengan AS dalam mengantisipasi serangan pihak Al-Qaeda, terutama di wilayah selatan Yaman, Al-Jazeera melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Amerika Serikat secara rutin meluncurkan serangan dronenya terhadap AQAP, meskipun hal itu menuai kritikan dari masyarakat internasional karena dinilai menimbulkan banyak korban sipil dan melanggar HAM. 

Organisasi internasional pemerhati hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW), pada akhir Oktober lalu melaporkan, serangan drone AS yang menargetkan Al-Qaeda sebelumnya telah menewaskan puluhan warga sipil di Yaman.

Dalam sebuah laporan rinci terdiri atas 96 halaman, HRW menyebutkan sedikitnya ada enam serangan drone Amerika di Yaman yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah AS. HRW mengatakan, serangan-serangan itu sudah melanggar hukum internasional.

Menurut laporan itu, 139 warga sipil Yaman tewas dalam enam serangan. Serangan pertama dilakukan pada 2009, dan lima lainnya terjadi pada 2012 dan 2013.

Laporan HRW di Yaman bertepatan dengan laporan lain oleh Badan Amnesti Internasional yang juga diterbitkan pada hari yang sama mengungkapkan fakta tentang serangan drone AS di Pakistan dan Yaman.

Badan Amnesti Internasional mengatakan, para pejabat AS dapat didakwa bersalah atas kejahatan perang yang dilakukan melalui serangan pesawat tanpa awak (drone) di Pakistan dan Yaman.

Para pejabat intelijen Amerika (CIA) juga ikut bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Badan intelijen AS, CIA memberikan informasi kepada militer AS sehingga mereka melakukan serangan yang menewaskan ratusan warga sipil di negara-negara tersebut.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Pakistan melaporkan, sedikitnya ada 330 serangan pesawat drone yang dilakukan AS di daerah-daerah suku utara dan barat negara itu sejak tahun 2004. Sekitar 2.200 orang, termasuk warga sipil telah tewas dalam serangan tersebut. (T/P04/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply