WUJUDKAN REKONSILIASI, HAMAS LIBATKAN SELURUH FAKSI GAZA

Gaza City, 19 Muharram 1434/23 November 2013 (MINA) – Gerakan Perlawanan Islam Hamas akhir-akhir ini bekerja melibatkan seluruh faksi Palestina pada kegiatan administrasi pemerintahan Jalur Gaza, dalam rangka mengamankan bagian depan internal Gaza dan melanjutkan rekonsiliasi Palestina yang sempat terhenti.

Hamas berusaha untuk memperketat situasi internal Jalur Gaza, di mana gerakan perlawanan itu melakukan parade militer di Jalur Gaza pada pekan lalu, menunjukkan sudah siap membela Jalur Gaza dan menangkis setiap serangan penjajah Israel terhadap Jalur Gaza.

Perdana Menteri Palestina di Jalur Gaza, Ismail Haniyah juga memprakarsai untuk memenuhi seluruh faksi membahas banyak permasalahan harian dalam upaya bekerja sama untuk mengatasi berbagai situasi seperti di bawah pengepungan penjajah Israel yang semakin mencekik, Alresalah melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj News Agency (MINA), Jumat (22/11).

Dalam pertemuan dengan seluruh faksi pada Sabtu lalu, Ismail Haniyah mengusulkan sebuah komite nasional yang dibentuk untuk mencapai rekonsiliasi sesuai kesepakatan Kairo dan segera diterapkan oleh seluruh faksi.

Sebuah delegasi populer juga akan dibentuk untuk berkomunikasi dengan Mesir guna meningkatkan hubungan dengan Mesir dan mendiskusikan masalah yang sama dengan para pejabat Mesir, serta untuk mengkonfirmasi posisi tetap seluruh faksi Palestina bahwa mereka tidak ikut campur tangan urusan negara-negara Arab lainnya.

Sementara itu, Taher Al-Nunu, penasihat media untuk Perdana Menteri Ismail Haniyah mengatakan, pertemuan seluruh faksi Palestina itu sangat penting, di mana semua faksi bergabung kecuali gerakan Fatah, mengungkapkan bahwa kelompok kerja yang terbentuk akan bertemu dalam beberapa hari mendatang dan menempatkan waktu untuk melaksanakan langkah serta mereka akan berkumpul dalam satu tampilan.

Setelah pertemuan, pemimpin gerakan Jihad Islam, Khalid Al- Batsh, menyatakan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan bersama para pemimpin faksi Palestina yang berpartisipasi, “Setelah undangan yang dikirimkan oleh Perdana Menteri, pertemuan diadakan dengan sebagian besar kekuatan nasional dan Islam untuk menemukan jalan keluar dari krisis yang dialami oleh rakyat Palestina.”

Al-Batsh menyatakan, pertemuan itu membahas banyak isu termasuk, rekonsiliasi, krisis yang dialami Jalur Gaza, pengepungan, krisis listrik, penyeberangan perbatasan, dan ancaman penjajah Israel terhadap rakyat Palestina mencatat bahwa poin utama yang telah disimpulkan adalah pembentukan komite nasional untuk membahas mekanisme dan kerangka untuk pelaksanaan perjanjian rekonsiliasi yang diperlukan.

Mengomentari krisis di sektor listrik, Albatsh mengatakan bahwa ada kontak dan pembicaraan tentang bagaimana mendapatkan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Sementara itu, juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menyatakan bahwa pertemuan tersebut membahas situasi Palestina, isu persatuan dan blokade serta kemitraan oleh semua faksi untuk ikut bertanggung jawab di Jalur Gaza.

Pemimpin dalam Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Raba Mahajna, menekankan bahwa “rekonsiliasi Palestina harus didasarkan pada pembentukan konsensus nasional sedangkan janji harus ditetapkan untuk pemilihan umum dan Organisasi Pembebas Palestina (PLO) harus diaktifkan untuk mencakup semua warga Palestina”. (T/P02/P04)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Leave a Reply