AGEN MATA-MATA AS KUMPULKAN MILIARAN DATA LOKASI TELEPON

Washington, 2 Safar 1435/5 Desember 2013 (MINA) – Mengutip dokumen yang dibocorkan Edward Snowden, Washington Post melaporkan National Security Agency (NSA) mengumpulkan hampir lima miliar catatan sehari tentang keberadaan telepon seluler di seluruh dunia.

Surat kabar itu mengatakan, NSA tidak sengaja mengumpulkan catatan lokasi AS, bersama dengan miliaran catatan lain yang dikumpulkan dengan memanfaatkan kabel jaringan mobile di seluruh dunia, Al Jazeera melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA), Kamis (5/12).

Program ini dirinci dalam dokumen yang diberikan kepada Post oleh mantan analis sistem NSA, Edward Snowden.

Data tersebut menunjukkan NSA dapat melacak pergerakan hampir semua ponsel di seluruh dunia, di samping pelacakan siapa penggunanya.

Laporan itu mengatakan, NSA tidak menargetkan data lokasi Amerika dengan sengaja, tetapi kebetulan memperoleh sejumlah besar informasi tentang keberadaan telepon seluler dalam negeri.

Seorang manajer mengatakan kepada surat kabar, NSA memperoleh “volume besar” data lokasi dengan menekan ke dalam kabel yang menghubungkan jaringan mobile secara global dan yang melayani ponsel AS serta asing.

Juru bicara Kantor Direktur Intelijen Nasional menolak untuk mengomentari laporan tersebut.

Para pejabat NSA mengatakan tidak ada program NSA yang mengumpulkan data ponsel AS di dalam AS.

Jaksa Staf Senior di advokasi nirlaba Electronic Frontier Foundation, Kurt Op-sal mengatakan kepada Al Jazeera, program ini melawan kebebasan sipil.

“Jika kita ingin masa depan yang memiliki kebebasan kita perlu memiliki privasi. PBB telah mengakui kebebasan berserikat. Program ini dirancang untuk menghancurkan,” katanya.

Menghadapi kemarahan publik dan kekhawatiran bahwa program menargetkan rata-rata orang Amerika serta tersangka terorisme internasional, Anggota Kongres Republik dan Demokrat menulis undang-undang untuk menekan pengumpulan data dan meningkatkan akses publik terhadap informasi tentang hal itu.

Advokat menanggapi laporan Post dengan menyeru Kongres untuk mengambil undang-undang yang mereformasi program pengumpulan data NSA.

“Berita hari ini adalah pukulan mengejutkan terbaru untuk hak privasi,” Zeke Johnson, Direktur Keamanan dan Hak Asasi Manusia Amnesty International USA, mengatakan dala sebuah pernyataan. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply