AHLI FORENSIK RUSIA ABAIKAN KERACUNAN RADIASI DALAM KEMATIAN ARAFAH

Moskow, 24 Shafar 1435/26 Desember 2013 (MINA) – Ahli forensik Rusia yang mempelajari sisa-sisa jenazah Yasser Arafat pada Kamis (26/12) mengatakan, pemimpin Palestina itu meninggal secara wajar dan mengesampingkan tentang dugaan keracunan radiasi.

“Kami telah menyelesaikan semua penelitian,” kata Vladimir Uiba, Kepala Lembaga Biologi-Medis Federal Rusia (FMBA), pada konferensi pers, Ahram Online yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

“Personal meninggal secara wajar dan bukan dari radiasi.”

Sisa-sisa jasad Arafat digali tahun lalu dan sekitar 60 sampel diambil dan dibagi antara peneliti Swiss dan Rusia serta tim Perancis. Mereka melakukan penyelidikan atas permintaan janda Arafat, Suha.

Perancis juga telah mengesampingkan dugaan keracunan. Sedangkan laporan Swiss mengatakan, polonium radioaktif tingkat tinggi menunjukkan adanya keterlibatan pihak ketiga dalam kematian Arafat tahun 2004.

Rakyat Palestina telah lama menduga bahwa Arafat diracun, sebagian menunjuk jari langsung kepada Israel. Suha Arafat mengatakan kepada AFP bahwa dia “benar-benar yakin bahwa martir Arafat mati dengan kematian yang tidak alami”.

Uiba mengatakan kepada wartawan hari Kamis, pihaknya belum menerima permintaan dari Palestina untuk melakukan pemeriksaan ulang.

“Kami telah menyelesaikan evaluasi ahli, dan semua orang setuju dengan kami. Selain itu, Swiss menarik pernyataan mereka dan setuju, dan Perancis mengkonfirmasi kesimpulan kami,” kata Uiba kepada wartawan.

Badan Rusia pada bulan Oktober meragukan laporan yang diterbitkan jurnal medis mingguan The Lancet yang mengatakan, ahli radiasi Swiss telah menemukan jejak polonium pada pakaian Arafat.

Tim Swiss mengatakan pada saat itu, temuannya mendukung kemungkinan bahwa pemimpin Palestina veteran itu diracun.

Uiba dilaporkan mengatakan pada waktu itu, Arafat tidak bisa diracuni oleh polonium, tapi lembaga penelitian dengan cepat membantah mengeluarkan kesimpulan tentang kematian pemimpin tersebut. (T/P09/R2).

 

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

Leave a Reply