AL-QUDS HADAPI FASE PALING SERIUS DARI YAHUDISASI

Ahmed Abu Halabiya. (Foto: Al-Resalah)

Gaza City, 17 Shafar 1435/20 Desember 2013 (MINA) – Ahmed Abu Halabiya, Kepala Al-Quds International Foundation menyatakan, kota Al-Quds (Yerusalem) saat ini sedang menghadapi tahap yang paling berbahaya dari Yahudisasi di tangan penjajahan Israel.

Berpartisipasi dalam sebuah konferensi yang berjudul ”Skema Zionis di Al-Quds, Yahudisasi dan Cara-Cara Konfrontasi” di Gaza City, Kamis (11/12) pagi, Abu Halabiya menunjukkan, Al-Aqsha terancam bahaya melalui penggalian penjajah Israel di bawah fondasinya.

Penggalian Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha sudah mencapai 18 meter di bawah tanah, dan kini di dalam terowongan tersebut sudah dibangun beberapa ruangan untuk menampung 5.000 orang.

Dia menambahkan, penjajah Israel masih membangun lebih banyak lagi permukiman ilegal Yahudi, klub malam, dan sinagog Yahudi di kota Al-Quds.

Selama dekade terakhir, memang Israel berupaya mengubah peta demografis kota Al-Quds dengan membangun permukiman-permukiman ilegal, merusak situ-situs bersejarah, dan mengusir penduduk Palestina setempat.

Lebih dari setengah juta warga ilegal Yahudi kini tinggal di lebih dari 120 permukiman Yahudi, yang dibangun sejak 1967 di Tepi Barat dan Al-Quds Timur. Walaupun dunia internasional menganggap itu sebagai permukiman ilegal.

Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam melaporkan, sebanyak 104 sinagog Yahudi tersebar di sekitar lingkungan Masjid Al-Aqsha dan terdapat penggalian di bawahnya hingga sudah mencapai 18 meter ke bawah tanah.

Masjid Al-Aqsha dengan luas sekitar 144 ribu meter persegi  yang merupakan 1/6 dari seluruh luas area yang dikelilingi tembok kota tua Al-Quds, baik di atas dan di bawah area adalah milik umat Islam dan Yahudi tidak memiliki hak di dalamnya.

Yahudi mengklaim secara sepihak kawasan Al-Aqsha sebagai sinagog mitos mereka (Temple Mount), tempat dua sinagog Yahudi terbesar di zaman kuno.

Dalam mitos Yahudi dikatakan, juru selamat mereka tidak akan turun ke bumi sebelum sebuah sinagog Yahudi terbesar ketiga dibangun di atas lokasi Masjid Al-Aqsha.

Padahal, dalam keyakinan umat Islam, Masjid Al-Aqsha merupakan tempat ketiga paling suci. Al-Aqsha merupakan tempat ibadah utama, kiblat pertama umat Islam dan tempat Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu’ Alaihi Wa Salam. (T/P02/R1) 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply