SAUDI DESAK DUNIA ISLAM LINDUNGI MASJID AL-AQSHA

Para tentara penjajah Israel melakukan sesi foto bersama di depan Qubbatus Sakhrah (Kubah Batu) di area Masjid Al-Aqsha, kota Al-Quds, Palestina, Selasa (10/12). (Foto: Al-Aqsa Foundation)

Conakry-Guinea, 7 Shafar 1435/10 Desember 2013 (MINA) – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mendesak negara-negara Arab dan Islam melindungi Masjid Al-Aqsha mengingat bahwa pelanggaran penjajah Israel terhadap Al-Quds (Yerusalem) mengharuskan pengambilan sikap tegas dalam menyelamatkan Masjid Al-Aqsha dari Yahudisasi.

Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Abdul Aziz Bin Abdullah, mengatakan selama pertemuan Dewan Menteri dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Conakry-Guinea, Senin (9/12), dunia Islam akan melalui banyak tantangan serius yang mengharuskan setiap orang untuk meneliti dampak politik, ekonomi, dan sosial mereka serta cara terbaik untuk mengatasi dan menanggulangi setiap permasalahan tersebut.

“Salah satu tantangan utama yang dihadapi dunia Islam adalah konflik Arab-Israel dan terus berlanjutnya pembangunan permukiman ilegal Israel, yang akan segera menyebabkan runtuhnya upaya perdamaian di kawasan itu,” tegas Abdul Aziz yang dikutip MEMO.

Dia menyatakan, hak-hak sah rakyat Palestina yang berada di jantung konflik Timur Tengah mengharuskan penekanan dalam pencarian solusi yang komprehensif dan adil sesuai dengan resolusi internasional dan prakarsa perdamaian Arab, yang didukung oleh negara-negara Arab dan Islam.

“Masyarakat internasional juga harus memikul tanggung jawab politik dan moral untuk menekan Israel, mengembalikan hak-hak rakyat Palestina, serta mencegah praktek-praktek kejam dan tidak berperikemanusiaan Israel terhadap rakyat Palestina,” tegas Pangeran Abdul Aziz. “Sehingga mereka (rakyat Palestina) dapat mencapai aspirasi mereka untuk mendirikan negara merdeka dengan Al-Quds sebagai ibukotanya,” tegasnya lagi.

Pangeran Abdul Aziz juga menyatakan, saat ini lebih dari sebelumnya, dunia Islam harus berdiri di hadapan setiap pelanggaran dan rencana penjajah Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan menyelamatkannya dari risiko Yahudisasi. “Kita harus mencapai aspirasi rakyat Palestina dan dunia Islam,” tambahnya.

Al-Aqsha Dalam Bahaya

Kehadiran orang-orang Yahudi secara intensif terjadi baru-baru ini setelah diumumkannya rancangan undang-undang Israel mengenai pembagian waktu ibadah bagi jamaah Muslim dan Yahudi di kompleks kiblat pertama bagi umat Islam itu.

Hari-hari tertentu dalam sepekan akan hanya diberikan bagi orang-orang Yahudi dan pada saat mereka melaksanakan ritualnya, jamaah Muslim tidak akan diizinkan masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha.

Jika RUU ini disahkan, maka waktu yang diberikan bagi orang-orang Yahudi akan meningkat, sehingga membatasi waktu kunjungan bagi jamaah Muslim untuk melakukan ibadah terutama melaksanakan shalat Jum’at di kompleks Masjid Al-Aqsha.

Yahudi menyebut Al-Aqsha sebagai sinagog mitos mereka “Temple Mount/Kuil Bukit” dengan mengklaim daerah itu menjadi tempat dua sinagog Yahudi terbesar di zaman kuno.

Mereka percaya mesias (juru selamat) mereka tidak akan tiba sampai sebuah sinagog Yahudi terbesar ketiga dibangun di atas lokasi Masjid Al-Aqsha itu. Sementara Masjid Al-Aqsha merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam. Hal itu terkait dengan Masjid Al-Aqsha sebagi kiblat pertama umat Islam dan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shalallahu’ Alaihi Wa Salam. Nabi ketika itu naik ke Sidratul Muntaha melalui Masjid Al-Aqsha. (T/P02/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

One Response

Leave a Reply