AS PRIHATIN ATAS PENETAPAN IKHWANUL MUSLIMIN SEBAGAI “ORGANISASI TERORIS”

Washington, 24 Shafar 1435/27 Desember 2013 (MINA) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya tentang penetapan Ikhwanul Muslimin sebagai “organisasi teroris”.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki mengungkapkan dalam sebuah pernyataan, John Kerry mengatakan itu dalam sebuah panggilan telepon pada Kamis dengan timpalannya di Mesir, Nabil Fahmy.

Kerry menyatakan keprihatinannya tentang sebutan “teroris” pemerintah Mesir sementara terhadap Ikhwanul Muslimin pada 25 Desember, serta penahanan dan penangkapan baru-baru ini, Anadolu Agency melaporkan yang diberitakan Mi’raj News Agency (MINA).

Srecara resmi, pemerintah Mesir pada hari Rabu melabel Ikhwanul Muslimin sebagai “kelompok teroris”.

Langkah itu terjadi sehari setelah sedikitnya 16 orang tewas dalam serangan bom mematikan di markas besar keamanan di kota Delta Nil, Mansoura.

Kerry juga mengatakan dalam pernyataannya, diplomat tinggi AS menekankan perlunya sebuah proses politik inklusif di seluruh spektrum politik yang menghormati hak-hak asasi manusia dari semua orang Mesir, untuk mencapai stabilitas politik dan perubahan demokratis.

Kerry juga mengutuk pemboman Mansoura serta pemboman bus hari Kamis di Kairo selama panggilan teleponnya.

Ikhwanul Muslimin telah menjadi target habis-habisan oleh tindakan keras militer dan pemerintah Mesir dengan  cara menangkap anggotanya dan membekukan asetnya sejak kudeta militer 4 Juli menggulingkan presiden terpilih pertama negara itu, Muhammad Mursi. (T/P09/R2).

Mi’raj News Agency (MINA).

 

 

 

Leave a Reply