PEREMPUAN AKTIVIS MESIR BERSUMPAH TERUS LAKUKAN AKSI

Kairo, 5 Shafar 1435/8 Desember 2013 (MINA) – Perempuan aktivis Mesir di Alexandria yang dibebaskan, bersumpah terus melakukan aksi mereka dan tidak akan pernah mundur dalam kampanye mereka melawan kudeta presiden terpilih Muhammad Mursi.

“Kami tidak akan pernah mundur,” tegas Aya Tareq, salah satu aktivis kepada Anadolu Agency Sabtu malam (7/12) setelah pembebasannya, yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Pemerintah Mesir membebaskan 21 aktivis perempuan, satu di antaranya usia anak-anak  yang ditahan atas tuduhan mengadakan pertemuan ilegal dan bergabung dengan kelompok terlarang, yang mengarah ke Ikhwanul Muslimin.

“Semua perempuan pengunjuk rasa dibebaskan setelah penandatanganan prosedur pembebasan,” kata Jenderal Naswer al-Abd, Kepala Departemen Investigasi Kriminal Alexandria, Mesir.

Pengadilan Mesir sebelumnya memutuskan menangguhkan satu tahun hukuman penjara terhadap 14 perempuan pendukung Mursi dan membebaskan tujuh anak di bawah umur dari segala tuduhan.

Namun kemudian putusan berikutnya berubah, membebaskan mereka semua dari tuduhan bergabung dengan kelompok yang dilarang.

“Kami akan terus melakukan aksi protes sampai kami dapat menghentikan aksi kudeta,” kata seorang dari mereka, Esraa Gamal, mengacu pada kudeta militer terhadap Mursi pada 3 Juli lalu.

“Kami akan terus maju. Tidak ada penangkapan atau putusan apapun yang dapat menghentikan langkah kami,” ujar  Alaa al-Irak, aktivis lainnya.

Salwa merasa senang, dia dan anak kecilnya Radwa telah dibebaskan, keduanya pendukung Mursi.

“Saya tidak pernah ikut demonstrasi apapunpun sebelumnya. Tapi mulai sekarang, kami akan berpartisipasi dalam setiap aksi unjuk rasa,” katanya setelah pembebasannya, sambil menunjukkan simbol empat jari rabi’ah, bersama perempuan aktivis lainnya.

Arti Rabi’ah

Dalam bahasa Arab, rabi’ah atau arba’ah artinya empat. Maka diungkapkan melalui empat jari tangan. Rabi’ah juga bermakna empat simbol kekuatan melakukan perlawanan, yaitu : keteguhan, kekuatan, perlawanan dan persatuan.

Simbol empat jari rabi’ah juga menunjukka ke nama tempat lapangan masjid Rabi’ah Al-‘Adawiyyah. Nama seorang tokoh sufi wanita yang cerita kecintaannya kepada Allah melegenda.

Simbol empat jari rabi’ah dikenalkan pertama kali oleh Perdana Menteri Turki Recep Tayip Erdogan mulai Sabtu (17/8/2013) setelah mengecam keras pembantaian yang dilakukan tentara Mesir terhadap rakyat.

Tujuan simbol rabi’ahdipakai oleh pendukung presiden terguling Muhammad Moursi sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap apa yang terjadi di Mesir. Selain itu bisa juga untuk menggugah kesadaran masyarakat umum mengenai krisis kemanusiaan yang terjadi di Mesir sekarang ini. (T/P09/R1).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply