MURSI KEMBALI JALANI SIDANG TERKAIT TUDUHAN KERJASAMA ASING

Kairo, 15 Shafar 1435/18 Desember 2013 (MINA) – Presiden terguling Mesir, Muhamad Mursi kembali akan menjalani persidangan terkait tuduhan kerjasama dengan pihak asing untuk melakukan apa yang mereka sebut ‘tindakan terorisme’ di Mesir.

Mursi didakwa telah membocorkan beberapa rahasia negara kepada beberapa organisasi di luar Mesir seperti Hamas di Gaza, Hizbullah di Libanon, serta organisasi lainnya.

Jaksa penuntut umum menuduh Mursi beserta 35 tahanan lainnya, termasuk para petinggi Ikhwanul Muslimin (IM) dan mantan penasihat Presiden, telah mengungkapkan rahasia pertahanan ke luar negeri, pendanaan teroris dan pelatihan militer demi mencapai tujuan internasional IM, lapor pernyataan Kantor Kejaksaan Agung Mesir sebagaimana dikutip Ahram dan MINA (Mi’raj News Agency).

“Para pemimpin IM berkolaborasi dengan kelompok Islam Palestina Hamas, kelompok Hizbullah Lebanon dan organisasi lain “dalam dan di luar” Mesir untuk menyelundupkan senjata, menyelenggarakan pelatihan militer bagi anggota di Jalur Gaza, dan mendanai rencana untuk mengacaukan keamanan nasional di Mesir,” ungkap pernyataan itu, meskipun fakta selama kepemimpinan Mursi menunjukkan militernya memiliki otonomi sendiri sehingga campur tangan presiden di dalam militer sangat sulit dilakukan.

Para jaksa penuntut juga menuduh Mursi mendanai serangan tentara di Semenanjung Sinai, yang sejak dulu menjadi rebutan negara itu dengan Israel, namun Sinai jatuh ke tangan Mesir pada 1979.

“Sembilan belas terdakwa sudah ditahan dan jaksa telah memerintahkan penangkapan tujuh belas orang lainnya,” tambah pernyataan tersebut.

Diantara yang ditahan adalah ketua IM Muhamad Badie, dua wakilnya Khairat Al-Shater dan Mahmud Ezzat, serta anggota terkemuka Saad El-Katatni, Essam Al Erian dan Mahmud Al-Beltagy, mantan pembantu presiden Refaa Al-Tahtawy bersama dua wakilnya.

Pernyataan itu menegaskan tuduhannya bahwa para pembantu presiden, termasuk Essam Al-Haddad, juga penasihat keamanan nasional, membocorkan laporan rahasia kepada Garda Revolusi Iran dan Hizbullah sebagai imbalan atas kerjasama mereka dalam ‘operasi teroris’.

Mursi sebagai presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokrasi telah digulingkan oleh militernya pada 3 Juli 2013 yang disusul protes menolak kudeta oleh para pendukungnya hingga kini. Sejak kudeta, Mursi ditahan keamanan Mesir dan dituduh melakukan hasutan atas pembunuhan demonstran di depan istana kepresidenan pada 2012.

Persidangan yang hingga kini belum dilanjutkan, Mursi mendapat tuduhan baru dari jaksa penuntut umum terkait kerjasama dengan Hamas dan lembaga lain, meskipun sebelumnya, Hamas secara resmi menyatakan tidak mencampuri urusan dalam negeri Mesir. (T/P03/P01).

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply