DRONE AS TEWASKAN EMPAT WARGA PAKISTAN

Waziristan , 23 Shafar 1435/26 Desember 2013 (MINA) – Sedikitnya empat orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat (AS) di desa Qutab Khel dekat kota Miranshah, wilayah Waziristan Utara, Pakistan, Rabu (25/12).

Para pejabat keamanan Pakistan membenarkan serangan tersebut. Drone AS menembakkan dua rudalnya, mewaskan empat warga sipil dan satu luka berat. Namun keempat korban tewan belum diidentifikasi nama-namanya.

Washington mengklaim, serangan itu menargetkan para militan yang sering mengacaukan keamanan dan menyerang tentara AS di Pakistan. Namun, dari data jumlah korban menunjukkan warga sipil menjadi korban utamanya.

Serangan drone AS telah lama menjadi sumber gesekan antara Islamabad dan Washington. Para pejabat Senior Pakistan berulang kali mengatakan bahwa serangan itu melanggar kedaulatan negara. Press tv melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat meningkatkan penggunaan pesawat tanpa awak untuk melakukan serangan terhadap berbagai milisi di sejumlah negara dunia. Kebijakan ini menimbulkan korban besar di pihak warga sipil. Serangan drone Amerika khususnya difokuskan di Pakistan telah membangkitkan kegeraman warga dan pemerintah Islamabad.

Sementara itu, Amerika yang telah membantai sejumlah warga Pakistan dalam serangan dronenya ke negara ini sampai kini belum juga bersedia meminta maaf. Setelah didesak oleh pemerintah Islamabad dan rakyat Pakistan, Amerika hanya cukup menyatakan penyesalannya atas korban tersebut.

Hasil riset Universitas Stanford dan New York mengindikasikan bahwa dari setiap 50 korban serangan pesawat tanpa awak Amerika di Pakistan hanya satu di antaranya dari milisi bersenjata dan sisanya adalah warga sipil.

Sementara itu, Kerry dalam lawatannya ke Pakistan menjanjikan akan mengakhiri serangan pesawat tanpa awak Amerika secepatnya.

Sepertinya statemen John Kerry ini dimaksudkan untuk memininalkan sentimen anti Amerika di Pakistan, sebuah negara strategis bagi Washington dalam memerangi apa yang diklaim sebagai terorisme.

Perdana menteri Pakistan, Nawaz Sharif menuntut diakhirinya serangan ilegal tersebut. Penasehat PM Pakistan bidang luar negeri, Sartaj Aziz juga meminta Amerika menghentikan serangan dronenya ke negaranya, bukan hanya membatasi serangan.

Menurut data, korban serangan pesawat tanpa awak AS ke Pakistan sejak tahun 2004 hingga kini tercatat 3400 korban tewas. Mayoritas serangan terjadi di wilayah perbatasan Waziristan utara, dekat Afghanistan.( T/P04/R2)

 

Mi’raj News Agency ( MINA )

 

 

Leave a Reply