EKSTRIMIS YAHUDI SERBU AL-AQSHA, WARGA PALESTINA DITANGKAP

Al-Quds (Yerusalem), 29 Muharram 1435/3 Desember 2013 (MINA) – Tentara penjajah Israel menculik dua warga Palestina di Masjid Al-Aqsha, Al-Quds Timur saat sekelompok pemukim ilegal ekstremis Yahudi menyerbu halaman kiblat pertama umat Islam itu.

Kepala Unit Media Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam, Mohammad Abu Al-Ata menyatakan, lebih dari 140 pemukim ilegal Yahudi memasuki halaman masjid itu pada Selasa (3/12) dan melakukan tur provokatif serta ritual talmud.

Dia menambahkan, tentara penjajah Israel menculik dua warga Palestina di lingkungan Masjid Al-Aqsha, termasuk Husam Seder, seorang karyawan dari Komite Rekonstruksi Al-Aqsha, IMEMC melaporkan seperti dikutip Mi’raj News Agency (MINA).

Abu Al-Ata menyatakan, ratusan jamaah muslim Palestina saat ini sedang berada di halaman Masjid Al-Aqsha, terutama di tengah-tengah panggilan kelompok-kelompok pemukim ilegal ekstremis Yahudi untuk menyerang masjid itu.

Dia juga mengatakan, Polisi penjajah Israel mengepung Masjid Al-Aqsha, mencegah puluhan warga Palestina memasuki Masjid dan menyerahkan perintah pada seorang warga asli Al-Quds Abdullah Abu Bakar mencegahnya memasuki masjid selama enam bulan.

Tingkatkan Penyerangan Jelang Hari Raya Yahudi

Para pemukim dan kelompok-kelompok ilegal ekstrimis Yahudi di bawah perlindungan ketat polisi penjajah Israel melakukan serangan hampir setiap hari ke Masjid AlAqsha dan melakukan praktik lalim terhadap jamaah muslim dan mahasiswa yang berada di sana.

Sebelumnya, lebih 100 pemukim ilegal ekstrimis Yahudi menyerbu Al-Aqsha melalui Gerbang Magharibah, Kamis (28/11) lalu.

Kelompok ekstrimis Yahudi menghasut pengikut mereka untuk secara bergelombang masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha dalam jumlah banyak untuk menandai kedatangan hari raya Yahudi ‘Hanukkah’.

Hanukkah disebut juga dengan festival Kenisah atau fastival cahaya (Festival of Lights), berarti pembersihan kuil tuhan Yahudi, merupakan salah satu hari raya Yahudi yang digelar di kota Al-Quds (Yerusalem) tiap tanggal 25 Kislew (sekitar akhir bulan Desember) selama delapan hari lamanya.

Pada hari-hari itu Zionis Israel memanfaatkannya untuk melancarkan Yahudisasi total kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dengan menyerukan para ekstrimis Yahudi melakukan ritual di sana.

Secara terpisah, polisi penjajah Israel mencegah dua wanita dan seorang remaja memasuki kompleks Al-Aqsha hingga 12 Desember mendatang.

Seringnya pelanggaran memancing kemarahan Muslim Palestina dan kadang-kadang menyebabkan bentrokan kekerasan di dalam kompleks masjid. Masjid Al-Aqsha adalah masjid suci ketiga dalam Islam setelah Masjid Al-haram di Makkah dan Masjid An-Nabawi di Madinah.

Yahudi menyebut Al-Aqsha sebagai “Temple Mount/Kuil Bukit”, mengklaim daerah itu adalah tempat dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno.(T/P014/P02)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Leave a Reply